Selasa, 26 September 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Keluarga

Wanita Sukabumi Wajib Tahu 10 Fakta Selingkuh Ini
Yava Cafe Cicurug, Menikmati Kopi dalam Ruang Multi Konsep
Salah Kaprah tentang Berendam di Air Belerang
Nama yang Paling Banyak Dipilih untuk Bayi Lelaki Sepanjang 2017
Kondom Perempuan, Kisah dan Cara Menggunakannya
Korban Kosmetik Ilegal Serukan Kewaspadaan Pada Konsumen
Berhijab Bukan Penghalang untuk Tampil Modis dalam Balutan Busana Kerja
Hijabers Mom Community Sukabumi, Together We Share and Care
Wali Kota: Masyarakat Kota Sukabumi Hobi Belanja
Mengenal Ricin, Racun Dahsyat Pembunuh Kim Jong-nam


Merajut Bikin Pikiran Orang Tua Tetap Tajam

Kamis, 06 Juli 2017 - 18:50:33 WIB


Merajut Bikin Pikiran Orang Tua Tetap Tajam
© gulalives.co
Ilustrasi.

SUKABUMIUPDATE.com - Kegiatan yang merangsang kegiatan mental dapat membuat pikiran orang tua tetap tajam. Aktivitas bersama pada malam hari yang merangsang mental, seperti bermain kartu atau bahkan ular tangga, dapat menurunkan risiko kerusakan kognitif.

Hasil penelitian Mayo Clinic menunjukkan bersenang-senang di malam hari, makan malam bersama keluarga dan berkumpul bersama, ataupun kegiatan yang merangsang mental dapat membantu pikiran orang tua tetap tajam.

Dalam sebuah penelitian pada bulan Januari 2017 yang dipublikasikan di JAMA Neurology, Mayo Clinic meneliti lebih dari 1.900 orang tua berusia 70 tahun ke atas selama 4 tahun. Awalnya, peserta secara kognitif normal. Para peneliti memeriksa peserta setiap 15 bulan untuk mengevaluasi kesehatan kognitif mereka dan menanyakan seberapa sering mereka terlibat dalam berbagai jenis kegiatan.

Berdasarkan jenis kelamin, usia, dan tingkat pendidikan, para peneliti membandingkan aktivitas peserta dan risiko pengembangan gangguan kognitif ringan. MCI, kondisi yang melibatkan masalah ingatan, bahasa, dan pemikiran dan dapat meningkatkan risiko seseorang menderita demensia atau Alzheimer.

Hasilnya, peserta yang terlibat dalam kegiatan merangsang mental termasuk bermain game setidaknya satu atau dua kali seminggu secara signifikan cenderung lebih terbebas dari MCI.

Para periset menemukan penggunaan komputer, membuat kerajinan tangan, dan aktivitas sosial juga dapat menurunkan risiko kerusakan kognitif. Dengan begitu, berselancar di dunia maya atau membuat selimut rajutan tetap merupakan ide yang bagus.

Meski begitu, penelitian tersebut menemukan korelasi antara aktivitas stimulasi mental dan risiko MCI yang lebih rendah, bukan hubungan sebab-akibat. Penulis penelitian juga mencatat bahwa beberapa orang membawa versi gen yang dikenal sebagai APOE yang menempatkan mereka pada risiko gangguan kognitif yang lebih tinggi. Jadi, sebenarnya temuan ini mungkin tidak berlaku dengan cara yang sama untuk orang yang mewarisi gen carrier tersebut.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar