Selasa, 26 September 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Ekonomi

Disedot Online, Penumpang Angkutan Umum di Kota Sukabumi Berkurang Hingga 80 Persen
Ini Cara Ribuan Karyawan PT Muara Tunggal Kabupaten Sukabumi Tolak Rentenir
APBD Kabupaten Sukabumi Rp3,161 T, Ini Komposisinya
Di Sukabumi, si Pleci Bisa Seharga Motor Sport
Anda Perlu Ayam Kampung? Datanglah ke Cicantayan Kabupaten Sukabumi
Seluruh Tol Bocimi Ditargetkan Selesai 2019
Mengintip Masa Depan Jampang dari Secangkir Kopi
Kisah Pelipur Lara di Gang Lipur Kota Sukabumi
Dari Nyalindung Menuju Pasar Teh Dunia
Happy Juice dari Cibadak, Ketika Kerja Keras Tidak Pernah Mengkhianati Hasil


Menteri Susi dan Kekuatan Besar di Sektor Perikanan dan Kelautan

Sabtu, 15 Juli 2017 - 18:30:27 WIB


Menteri Susi dan Kekuatan Besar di Sektor Perikanan dan Kelautan
© Facebook.com
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti .

SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan ada kekuatan besar yang berusaha kembali, setelah terkena dampak kebijakannya. Ia mengatakan kebijakannya bertujuan membuat Indonesia berdaulat penuh atas sumber daya alam, yaitu di sektor perikanan.

"Saya menyadari ada kekuatan besar yang ingin kembali," kata Susi Pudjiastuti saat ditemui di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Sabtu, (15/7).

Susi menitipkan masa depan sektor perikanan dan kelautan kepada semua masyarakat. Ia merasa apa yang sudah ia kerjakan selama menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan harus terus dilanjutkan. Terlebih potensi tangkapan ikan bertambah dari 6,5 juta ton menjadi 12,5 juta ton. "Akan bisa bertambah jika terus dijaga."

Menurut Susi, saat ini muncul wacana apakah penenggelaman kapal masih diperlukan. Dia mengaku wacana tersebut membuatnya bingung. Alasannya penenggelaman kapal bukanlah keinginannya atau keinginan Presiden Joko Widodo, melainkan amanat undang-undang. 

Susi mempertanyakan adanya anggapan investor tak menyukai kebijakan penenggelaman kapal. Ia melihat tak ada kaitannya antara investasi dan penenggelaman kapal. "Mau investasi apa mau nyolong?"

Susi mengungkapkan tidak ada masalah jika penenggelaman kapal ikan asing tak dilakukan lagi. Namun dia mempertanyakan cara memagari laut dari ancaman-ancaman pelaku illegal fishing

Hal ini ditambah dengan persoalan cantrang. Cantrang di kapal 70-100 GT ditarik dengan gardan dan memiliki tali sepanjang enam kilometer. "Sekali sapu itu luas sekali dampaknya, karena sambil jalan," ujarnya.

Kapal asing, kata Susi, sekali keruk bisa mendapatkan ikan sebesar 30-70 ton dan itu dilakukan setiap hari. Bagi Susi hal tersebut bisa mengganggu keberlanjutan sektor perikanan di Indonesia. "Kalau dibiarkan tentu habis," tuturnya.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: Ekonomi

Berikan Komentar