Minggu, 24 September 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Nasional

Kecelakaan Maut Jalan Raya Cimande Menyisakan Luka Mendalam Bagi Keluarga Pengendara Mobil Brio
Pray For Garut, Inilah 17 Korban Meninggal yang Terindentifikasi
Hino Pengangkut Pasir Hantam Lima Mobil, 3 orang Meninggal 3 orang Luka
Bupati: Germas HS Mengacu kepada 12 Indikator
Tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang Ditawarkan pada Investor Asean
Diperkosa Sejak Usia 16 Tahun, Perempuan Ini Laporkan Gatot Brajamusti ke Polisi
Kronologi Kasus Pembunuhan Oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi
Diduga Dibawa Kabur Pria Kenalan di Medsos, Nur Janah (mencaricinta Illahi) Warga Sukaraja Dua Bulan Hilang
Belum Terima THR, Ratusan Pegawai Garmen Mogok Bekerja
Apakah Warga Sukabumi Masih Ingat, Ada Apa dengan 4 Desember?


Menkes Nila: Jaminan Kesehatan Nasional dan Lansia Jadi Prioritas

Senin, 17 Juli 2017 - 15:07:42 WIB


Menkes Nila: Jaminan Kesehatan Nasional dan Lansia Jadi Prioritas
© Youtube.com
Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek.

SUKABUMIUPDAT E.com - Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengatakan bahwa jaminan kesehatan nasional (JKN) dan kesehatan lansia telah menjadi prioritas pembangunan kesehatan nasional. Pernyataan ini disampaikan Nila dalam kesempatan dua rountable discussion pada pertemuan ASEAN-Japan Health Ministers Meeting on Universal Health Coverage (UHC) and Population Ageing yang diselenggarakan di Tokyo pada 14-15 Juli 2017.

Pada Roundtable 1 mengenai “Achieving Sustainable UHC”, Menkes Nila Moeloek memaparkan pengalaman Indonesia dalam penyelenggaraan JKN sejak 2014. Ia menjelaskan bahwa Indonesia telah menargetkan JKN menjangkau seluruh rakyat Indonesia (UHC) pada 2019.

Nila menyebut sampai saat ini JKN telah berhasil menjangkau 178 juta penduduk. Pemerintah, kata Nila, juga membayar penerima bantuan iuran (PBI) untuk lebih dari 95 juta rakyat miskin.

Menurut Nila, JKN telah mengurangi pembiayaan mandiri sekitar 3,5 persen. “Pemerintah akan terus berupaya menurunkan pembiayaan mandiri tersebut sesuai dengan target tujuan pembangunan berkelanjutan 2030 melalui peningkatan JKN," ujar dia dalam pernyataan tertulis, Ahad, (16/7).

Nila optimistis dengan pencapaian JKN yang saat ini didukung oleh lebih dari 26 ribu fasilitas layanan kesehatan di seluruh Indonesia serta dukungan kebijakan, regulasi, anggaran, sumber daya manusia, dan seluruh pemangku kepentingan kesehatan nasional dan daerah. 

Jumlah lansia di Indonesia saat ini telah meningkat menjadi sekitar 21,7 juta orang dan akan menjadi 40,9 juta pada tahun 2030. Nila mengatakan kondisi ini memerlukan perhatian serius pemerintah dalam hal penyediaan pelayanan kesehatan bagi para lansia dan dukungan JKN.

Pemerintah saat ini telah memiliki kebijakan dan program kesehatan lansia antara lain rencana aksi nasional kesehatan lansia 2016-2019 dan kelompok kerja kesehatan lansia. Pemerintah juga telah mengembangkan 2.432 puskesmas ramah lansia, dan 76.547 unit layanan integrasi lansia di seluruh propinsi, serta klinik geriatrik di 14 rumah sakit. 

Dalam mendukung pelayanan kesehatan lansia yang terintegrasi, khususnya dalam distribusi tenaga kesehatan, pemerintah juga mengembangkan nusantara sehat dan wajib kerja dokter spesialis.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: NASIONAL

Berikan Komentar