Senin, 23 Oktober 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Ekonomi

DPC GSBI Sukabumi: UMK Tahun 2018 Dipastikan Naik 8,71 Persen
Ini Cara Ribuan Karyawan PT Muara Tunggal Kabupaten Sukabumi Tolak Rentenir
APBD Kabupaten Sukabumi Rp3,161 T, Ini Komposisinya
Disedot Online, Penumpang Angkutan Umum di Kota Sukabumi Berkurang Hingga 80 Persen
Di Sukabumi, si Pleci Bisa Seharga Motor Sport
Anda Perlu Ayam Kampung? Datanglah ke Cicantayan Kabupaten Sukabumi
Seluruh Tol Bocimi Ditargetkan Selesai 2019
Mengintip Masa Depan Jampang dari Secangkir Kopi
Kisah Pelipur Lara di Gang Lipur Kota Sukabumi
Dari Nyalindung Menuju Pasar Teh Dunia


Menjelang RDG Bank Indonesia, Rupiah Diprediksi Melemah

Kamis, 20 April 2017 - 08:25:42 WIB


Menjelang RDG Bank Indonesia, Rupiah Diprediksi Melemah
© Dok.sukabumiupdate.com
Ilustrasi SU.

SUKABUMIUPDATE.com - Analis Senior PT Binaartha Parama Sekuritas Reza Priyambada memprediksi nilai tukar rupiah akan kembali melemah hari ini. Pelemahan ini terutama disebabkan oleh sentimen pasar menjelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia hari ini.

Reza memperkirakan BI masih akan mempertahankan besaran 7 Days Reverse Repo Rate di level 4,75 persen. "Diperkirakan rupiah akan bergerak dengan kisaran pada kisaran support 13.317 dan resisten 13.260," ujarnya, dalam risetnya, Kamis, 20 April 2017.

Pelemahan kurs rupiah juga dipicu oleh kecenderungan pasar melepas rupiah walaupun terjadi penguatan pada beberapa hari terakhir. "Adapun dari sentimen Pilkada DKI, kami rasa tidak terlalu banyak mempengaruhi. Tapi tetap waspada dengan masih adanya potensi pelemahan lanjutan, terutama jika sepanjang libur Pilkada DKI kondisi global cenderung melemah dan berpengaruh pada rupiah," katanya.

Dari sisi global, menurut Reza, laju kurs dolar Amerika Serikat kembali melemah. Pelemahan tersebut terjadi seiring adanya sentimen penilaian manipulasi mata uang antara yen dan dolar AS. Namun, dia menilai, laju poundsterling akan berbalik melonjak setelah Perdana Menteri Inggris Theresa May meminta percepatan pemilu di Inggris.

Sebelumnya, Reza mengatakan, tren penguatan rupiah akhirnya terpatahkan setelah mengalami penguatan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut akan membuka peluang pelemahan lanjutan setelah surplusnya neraca perdagangan dikesampingkan oleh pasar. "Tetap waspadai potensi pelemahan lanjutan terutama setelah laju yen terus menunjukan penguatan."

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: Ekonomi

Berikan Komentar