Jumat, 20 Oktober 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Pelaku Pembuangan Bayi Laki-laki Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Ternyata Siswi SMK
Mengamuk dan Merusak, Satu Diamankan Tiga Orang Lainnya Dalam Pencarian Polresta Sukabumi
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa
Di Dua Lokasi Berbeda, Dua Pelajar SMK di Cibadak Kabupaten Sukabumi Jadi Korban Pembacokan
Tarkimsih Kabupaten Sukabumi Langgar Hak Pejalan Kaki
Diduga Dibuang Ibu Kandung, RS Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi Rawat Bayi Mungil
Perkosa Cucu Dua Kali Usai Nonton Film Biru, Kakek dari Ciambarjaya Kabupaten Sukabumi
Polsek Cicurug Gelar Olah TKP di PT Koin Baju Global Kabupaten Sukabumi
Tiga Rumah dan Dua Mobil Hilang Tergerus Banjir Cidolog Kabupaten Sukabumi


Mengoptimalkan Energi Baru dan Terbarukan di Kabupaten Sukabumi

Minggu, 20 November 2016 - 16:10:58 WIB


Mengoptimalkan Energi Baru dan Terbarukan di Kabupaten Sukabumi
© sumber foto:net
Salah satu perangkat pembangkit listrik tenaga air sungai.

SUKABUMIUPDATE.COM - Pemanfaatan energi fosil hingga sekarang sudah pada tingkat mengkhawatirkan, karena memiliki keterbatasan dan memicu kerusakan lingkungan. Dengan semakin menipisnya sumber energi yang dimiliki oleh berbagai negara, mau tidak mau pemerintah harus mulai memikirkan energi pengganti yang sustainable dan ramah lingkungan.

Disamping efek negatif yang ditimbulkan akibat meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca, energi berbahan fosil juga menjadi polutan terbesar. Menurunya kualitas udara sehat, terlebih laju populasi kendaraan bermotor yang kian masif.

Gas rumah kaca memicu meningkatnya suhu permukaan dan menciptakan lingkungan yang tidak kondusif. Untuk mengatasinya harus ada upaya-upaya yang dilakukan daerah-daerah di Indonesia, bisa diawali dari upaya-upaya pemerintah kabupaten, seperti Sukabumi.

“Energi baru dan terbarukan sangat penting untuk dieksplorasi, menjadi terobosan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Contohnya nih, di Kabupaten Sukabumi banyak sekali aliran sungai yang cukup deras, ini bisa dimanfaatkan untuk instalasi minihydro yang bisa menerangi ribuan rumah di daerah pedalaman,” ungkap Novian Abdurahman, Praktisi Energi Baru dan Terbarukan (EBDT) kepada sukabumiupdate.com, Minggu (20/11).

Tokoh muda yang sempat menjadi bakal calon Bupati Sukabumi ini, mengungkapkan bahwa garis pantai yang sangat panjang bisa juga dimanfaatkan untuk EBDT, selain energi panas bumi, energi matahari dan energi sampah, serta angin.

“Jika serius menggarapnya bukan tidak mungkin solusi-solusi sederhana yang sudah ada di pasar bisa dijadikan terobosan Kabupaten Sukabumi untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat desa di wilayah pedalaman,” lanjut Novian.

Ia berharap, dengan perubahan Perusahaan Daerah Aneka Tambang (PDAT) menjadi Perum ATE (aneka tambang) jadi sinyal keseriusan pemerintah Kabupaten Sukabumi menggarap energi alternatif.

Secara sederhana ia menyarankan penggunaan teknologi light-emitting diode (LED) tenaga accu yang recharge-able, pembangkit listrik minihydro sangat potensial sebagai sumber listriknya. ”Dengan adanya listrik swadaya, masyarakat pedalaman jadi lebih produktif, selain itu menekan angka pertambahan penduduk karena malam jadi terang,” candanya. 

 

Reporter: DANANG HAMID
Redaktur: FIT NW
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK:Sukabumi

Berikan Komentar