Rabu, 28 Juni 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

22 Tahun AQUA Ambil Air di Sukabumi Tanpa Izin
Tewas di Kolam Renang Cimalati, Pelajar SMA N 1 Parungkuda Kabupaten Sukabumi
Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Bertambah, Korban Jambret Payudara di Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi Rekomendasikan Penutupan Sementara Pabrik Aqua
Siapa Preman di Balik Kasus Pungli Naker di Pabrik GSI Kabupaten Sukabumi?
Kronologis Rusuh BBRP dan PP di Pamuruyan Kabupaten Sukabumi
Marak Aksi Jambret Payudara, Ini Kesaksian Dua Wanita Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
BBRP dan PP Perang di Pamuruyan Cibadak Kabupaten Sukabumi
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa


Mengoptimalkan Energi Baru dan Terbarukan di Kabupaten Sukabumi

Minggu, 20 November 2016 - 16:10:58 WIB


Mengoptimalkan Energi Baru dan Terbarukan di Kabupaten Sukabumi
© sumber foto:net
Salah satu perangkat pembangkit listrik tenaga air sungai.

SUKABUMIUPDATE.COM - Pemanfaatan energi fosil hingga sekarang sudah pada tingkat mengkhawatirkan, karena memiliki keterbatasan dan memicu kerusakan lingkungan. Dengan semakin menipisnya sumber energi yang dimiliki oleh berbagai negara, mau tidak mau pemerintah harus mulai memikirkan energi pengganti yang sustainable dan ramah lingkungan.

Disamping efek negatif yang ditimbulkan akibat meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca, energi berbahan fosil juga menjadi polutan terbesar. Menurunya kualitas udara sehat, terlebih laju populasi kendaraan bermotor yang kian masif.

Gas rumah kaca memicu meningkatnya suhu permukaan dan menciptakan lingkungan yang tidak kondusif. Untuk mengatasinya harus ada upaya-upaya yang dilakukan daerah-daerah di Indonesia, bisa diawali dari upaya-upaya pemerintah kabupaten, seperti Sukabumi.

“Energi baru dan terbarukan sangat penting untuk dieksplorasi, menjadi terobosan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Contohnya nih, di Kabupaten Sukabumi banyak sekali aliran sungai yang cukup deras, ini bisa dimanfaatkan untuk instalasi minihydro yang bisa menerangi ribuan rumah di daerah pedalaman,” ungkap Novian Abdurahman, Praktisi Energi Baru dan Terbarukan (EBDT) kepada sukabumiupdate.com, Minggu (20/11).

Tokoh muda yang sempat menjadi bakal calon Bupati Sukabumi ini, mengungkapkan bahwa garis pantai yang sangat panjang bisa juga dimanfaatkan untuk EBDT, selain energi panas bumi, energi matahari dan energi sampah, serta angin.

“Jika serius menggarapnya bukan tidak mungkin solusi-solusi sederhana yang sudah ada di pasar bisa dijadikan terobosan Kabupaten Sukabumi untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat desa di wilayah pedalaman,” lanjut Novian.

Ia berharap, dengan perubahan Perusahaan Daerah Aneka Tambang (PDAT) menjadi Perum ATE (aneka tambang) jadi sinyal keseriusan pemerintah Kabupaten Sukabumi menggarap energi alternatif.

Secara sederhana ia menyarankan penggunaan teknologi light-emitting diode (LED) tenaga accu yang recharge-able, pembangkit listrik minihydro sangat potensial sebagai sumber listriknya. ”Dengan adanya listrik swadaya, masyarakat pedalaman jadi lebih produktif, selain itu menekan angka pertambahan penduduk karena malam jadi terang,” candanya. 

 

Reporter: DANANG HAMID
Redaktur: FIT NW
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK:Sukabumi

Berikan Komentar