Sabtu, 21 Oktober 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Keluarga

Bawang Putih Efektif Sembuhkan Impotensi, Ini Pengakuan Warga Sukabumi
Wanita Sukabumi Wajib Tahu 10 Fakta Selingkuh Ini
Yava Cafe Cicurug, Menikmati Kopi dalam Ruang Multi Konsep
Salah Kaprah tentang Berendam di Air Belerang
Nama yang Paling Banyak Dipilih untuk Bayi Lelaki Sepanjang 2017
Korban Kosmetik Ilegal Serukan Kewaspadaan Pada Konsumen
Berhijab Bukan Penghalang untuk Tampil Modis dalam Balutan Busana Kerja
Hijabers Mom Community Sukabumi, Together We Share and Care
Wali Kota: Masyarakat Kota Sukabumi Hobi Belanja
Mengenal Ricin, Racun Dahsyat Pembunuh Kim Jong-nam


Mengenal Perhiasan Perak Sterling Silver

Minggu, 16 April 2017 - 10:43:07 WIB


Mengenal Perhiasan Perak Sterling Silver
© yogyalagi.com
Perak Kotagede beralamat di Kotagede, Daerah Istimewa Yogyakarta.

SUKABUMIUPDATE.com - Orang umumnya beranggapan perak adalah perhiasan kelas dua karena nilainya jauh di bawah emas. Tapi, di tangan para perancang, perak bisa menjadi perhiasan yang tak kalah dari emas atau logam mulia lainnya.

Perak murni merupakan logam yang sangat lembut sehingga sulit dibentuk menjadi perhiasan. Itu sebabnya, banyak perak dicampur dengan jenis logam lainnya untuk dijadikan perhiasan.

Semakin banyak kandungan peraknya, kian berkilau perhiasan itu. Sebaliknya, semakin sedikit kandungan peraknya, kilaunya juga redup. Dewasa ini, perancang dan perajin perak memilih sterling silver sebagai bahan dasar untuk merancang perhiasan perak premium.

Sterling silver berasal dari 92,5 persen perak. Interaksi antara perak, kelembapan, sulfida, dan kotoran di udara bisa memudarkan kilau sterling silver sekalipun. Awal warnanya akan berubah menjadi keemasan, kemudian menjadi hitam. Tapi mengembalikan kilaunya cukup mudah dengan memolesnya dengan bahan kimia tertentu di toko perhiasan terdekat.

Di Indonesia, sterling silver mulai menjadi pilihan para perajin lokal. Di Kuta-Bali, misalnya, Padma Silver, yang berdiri mulai 2004, menyediakan perhiasan sterling silver dengan mengkombinasikannya dengan kerang dan desain bergaya Bali pada setiap detailnya.

Di kancah internasional, ada Thomas Sabo, yang telah berdiri sejak 1984. Ia mengeluarkan koleksi untuk perempuan, koleksi perhiasan lelaki, dan koleksi klasik. Dua musim setiap tahunnya, perhiasan premium asal Bavaria mengeluarkan koleksinya.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: LIFE

Berikan Komentar