Sabtu, 18 November 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Terpeleset di Jembatan, Bocah Sindangpalay Kabupaten Sukabumi Terseret Arus Sungai Cibeubeur
Pelaku Pembuangan Bayi Laki-laki Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Ternyata Siswi SMK
Mengamuk dan Merusak, Satu Diamankan Tiga Orang Lainnya Dalam Pencarian Polresta Sukabumi
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa
Di Dua Lokasi Berbeda, Dua Pelajar SMK di Cibadak Kabupaten Sukabumi Jadi Korban Pembacokan
Tarkimsih Kabupaten Sukabumi Langgar Hak Pejalan Kaki
Ribuan Buruh di Parungkuda Dibubarkan, Ternyata Ini Alasannya
Diduga Dibuang Ibu Kandung, RS Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi Rawat Bayi Mungil
Perkosa Cucu Dua Kali Usai Nonton Film Biru, Kakek dari Ciambarjaya Kabupaten Sukabumi


Melesat Hingga 60 KM Per Jam, Balap Lori Cimenteng Kabupaten Sukabumi Melegenda

Sabtu, 19 Agustus 2017 - 15:52:24 WIB


Melesat Hingga 60 KM Per Jam, Balap Lori Cimenteng Kabupaten Sukabumi Melegenda
© Suhendi
Para peserta balapan Lori berebut untuk jadi juara dalam perlombaan, Sabtu (19/8/2017).

SUKABUMIUPDATE.com - Setelah sekian lamanya sempat vakum, kini balap Lori yang melegenda itu digelar di Kampung Cimenteng, Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Pantauan sukabumiupdate.com, adu balap Lori atau kereta Bambu tradisional tahun ini (2017) kembali digelar dalam rangka memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72.

Karena melegenda, antusias peserta dan penonton pun cukup tinggi. Ratusan warga memadati jalan provinsi sepanjang 300 meter yang dijadikan trek balapan.

Gemuruh sorak sorai penonton menggema, pembalap Lori begitu mereka menyebutnya, melesat dengan kecepatan tinggi. Berbekal kemudi alakadarnya, tubuh para pebalap itupun ikut meliuk melewati tiap lintasan berkelok dan menurun tajam tersebut.

BACA JUGA: Tak Ada Sirkuit, Latihan di Jalan Lingkar Selatan Kota Sukabumi pun Jadi

Kendaraan Lori yang dipacu untuk balapan ini terbuat dari Kayu dan Bambu, bagian jok menggunakan karet Ban bekas, sementara di bagian kaki hanya ada tiga buah Ban. Dua Ban kecil di belakang dan satu Ban berukuran besar di depan, dengan kondisi seperti itu Lori mampu melaju dengan kecepatan hingga 60 Kilometer (Km) per jam.

Kemudi hanya mengandalkan dua bilah Bambu diikat karet bagian atasnya, ketika melintasi belokan tajam tidak sedikit pembalap yang bersenggolan dengan rekannya, kemudian jatuh bergulingan.

Belajar dari pengalaman, petugas medis mulai dari Puskesmas dan tukang urut patah tulang pun sudah disiapkan oleh pihak panitia.

"Kegiatan ini biasanya rutin dilakukan setiap satu tahun sekali, melibatkan warga di beberapa Desa di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Cicantayan, Cisaat, dan Kecamatan Cibadak. Sempat vakum pada tahun 2008 lalu, dan coba kami hidupkan kembali tahun ini (2017," kata Riki Saputra, selaku ketua pelaksana Lori Race" kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (19/8/2017).

BACA JUGA: Ini dia Lima Kaulinan Tradisional yang Masih Eksis di Kabupaten Sukabumi

Kegiatan Lori Race ini kata Riki, adalah olahraga warisan leluhur kampung setempat yang dilestarikan generasi penerusnya. "Ini mengandalkan keberanian, menguji adrenalin karena saat mereka melesat dengan kecepatan tinggi tanpa adanya rem hanya mengandalkan sepatu yang mereka pakai," ujarnya.

Setiap ada pembalap yang terjatuh, sorak sorai dan teriakan warga pun bersahutan memberikan semangat agar pembalap itu bangkit kembali. Jika terjadi patah tulang, pihak panitia dengan sigap bakal membopong mereka hingga ke area medis.

Meski membutuhkan keberanian dan menguras adrenalin, balapan ini tidak hanya diikuti kaum pria saja. Nia Dwi Sania (20), satu-satunya perempuan dari 57 peserta yang mengikuti balapan Lori.

"Lumayan ngeri juga, cuma karena udah latihan sebelumnya, jadi udah biasa. Apalagi didukung suami yang ikut memberikan semangat," aku Nia dalam kesempatan sama.

BACA JUGA: Ngamumule Kaulinan Sunda, Warga Kedusunan Cicukang Kabupaten Sukabumi Gelar Perlombaan Egrang

Nia pun hanya mampu menempati urutan kedua, meski tidak masuk nominasi ke final, Nia merasa senang karena bisa ikut memeriahkan balapan Lori.

Rencananya, balap Lori ini akan berlangsung hingga Minggu (20/8/2017) untuk putaran final.

Bagi juara pertama sudah disiapkan hadiah sebesar Rp1 juta, juara kedua Rp750 ribu, juara ketiga Rp500 ribu, dan juara favorit Rp300 ribu.

Reporter: SUHENDI/Kontributor
Redaktur: RUDI RUSMANA
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar