Sabtu, 18 November 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Terpeleset di Jembatan, Bocah Sindangpalay Kabupaten Sukabumi Terseret Arus Sungai Cibeubeur
Pelaku Pembuangan Bayi Laki-laki Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Ternyata Siswi SMK
Mengamuk dan Merusak, Satu Diamankan Tiga Orang Lainnya Dalam Pencarian Polresta Sukabumi
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa
Di Dua Lokasi Berbeda, Dua Pelajar SMK di Cibadak Kabupaten Sukabumi Jadi Korban Pembacokan
Tarkimsih Kabupaten Sukabumi Langgar Hak Pejalan Kaki
Ribuan Buruh di Parungkuda Dibubarkan, Ternyata Ini Alasannya
Diduga Dibuang Ibu Kandung, RS Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi Rawat Bayi Mungil
Perkosa Cucu Dua Kali Usai Nonton Film Biru, Kakek dari Ciambarjaya Kabupaten Sukabumi


Masyarakat Tuding Desa Pasirsuren Kabupaten Sukabumi Mainkan ADD

Minggu, 16 Juli 2017 - 19:10:55 WIB


Masyarakat Tuding Desa Pasirsuren Kabupaten Sukabumi Mainkan ADD
© Nandi
Salah satu lokasi pekerjaan yang dipermasalahkan masyarakat Pasirsuren.

SUKABUMIUPDATE.com – Masyarakat Desa Pasirsuren Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, menuding pihak desa memainkan Alokasi Dana Desa (ADD) dengan cara-cara kotor.

Hendra Herdiansyah (40) misalnya, ia menyebut sejauh ini dari proyek fisik di Desa Pasirsuren, sebanyak 13 titik pada anggaran tahap dua dipotong anggarannya mencapai 30 persen per titik sehingga pembangunan yang dilakukan tidak maksimal.

BACA JUGA: Warga Gunung Sumping Tuding Anggota Satpol PP Kabupaten Sukabumi Arogan

"Semua kegiatan dipotong 30 persen, padahal, jika pemotongan untuk pajak itu hanya 11,5 persen saja," jelas Hendra kepada sukabumiupdate.com, Minggu (16/7/2017).

Menurut Hendra, pemangkasan anggaran per titik proyek sebesar 30 persen sangat tidak masuk akal, jika nantinya pihak desa beralasan pemotongan tersebut untuk pajak atau administrasi pekerjaan lainnya.

"Kecuali pihak desa melakukan pemotongan tersebut untuk orang tertentu di lingkungan desa, atau pihak kecamatan," sesalnya.

BACA JUGA: GP4 Tuding Pasar Pelita Kota Sukabumi Ditunggangi Pihak Ketiga

Dirinya berharap, pihak desa segera menjelaskan terkait pemotongan anggaran tersebut kepada masyarakat, sebelum masyarakat melaporkan desa kepada pihak berwajib, karena sudah memainkan anggaran desa.

"Kalau pihak desa tidak membuka persoalan tersebut kepada masyarakat, kami akan melaporkannya kepada pihak yang berwajib," ancamnya.

BACA JUGA: Sekda Kota Sukabumi Tuding Keramba Ikan Penyebab Banjir Cikole

Sementara Sekretaris Desa (Sekdes) Pasirsuren, Ijang Farijudin membantah, bahwa itu tidak benar, tidak ada pemotongan seperti itu. Menurutnya, semua sudah sesuai dengan peraturan yang ditentukan bahkan pihaknya sudah melakukan sosialisasi sebelum pelaksanaanya.

"Insya Allah, semua sesuai rencana dan peraturan yang ada. Yang saya tahu, minimal 13 titik pembangunan semua disosialisasikan ke masyarakat. Terbukti pengerjaan pembangunan dilaksanakan olah TPKD (Tim Percepatan Keuangan Daerah) dan masyarakat. Mungkin pas sosialisasi masyarakat tidak tahu, saya akan evaluasi dan sampaikan ke pimpinan," beber Ijang dalam kesempatan terpisah.

Reporter: NANDI/Kontributor
Redaktur: RUDI RUSMANA
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar