Sabtu, 18 November 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sainstek

Kiamat 23 September Diklaim Numerologis Berdasarkan Alkitab
Robot Seks Harmony Harganya Setara Mobil LCGC di Indonesia
Hujan Es di Bandung, Ini Perbedaannya dengan Salju
Misteri Perjalanan Manusia Purba dari Afrika ke Eropa Terungkap
Kutu Laut Ternyata Makhluk Pemakan Bangkai
Mahasiswa Unibraw Kembangkan Alat Pendeteksi Kualitas Udara
Kembangkan Pesawat Jet, Honda Habiskan 1 Miliar Dolar AS
Remaja 19 Tahun Ini Raup Ratusan Juta Sebagai Gamer Profesional
Mahasiswa Surabaya Bikin Alat Pengisi Biogas ke Tabung Melon
Instagram Tambahkan Sejumlah Pembaharuan dan Fitur Baru


Makhluk Mirip Otak Ditemukan, Berkelamin Ganda

Rabu, 06 September 2017 - 19:27:59 WIB


Makhluk Mirip Otak Ditemukan, Berkelamin Ganda
© eol.org
Makluk mirip otak.

SUKABUMIUPDATE.com - Berlendir, mirip otak, dan aneh, itulah makhluk bernama bryozoa yang ditemukan di Stanley Park, Vancouver, Kanada, baru-baru ini. Celina Starnes, peneliti dari Stanley Park Ecology Society, menemukannya di laguna kecil di selatan taman. "Makhluk ini kenyal, kuat. Seperti jell-o," kata Starnes, seperti dikutip dari laman berita The Sun, Rabu, 6 September 2017.

Starnes menjelaskan, bryzoa alias Pectinatella magnifica ini sebetulnya ratusan makhluk hidup yang tinggal berkoloni. Ketika organisme tunggal dia disebut zooid dan ukurannya sekitar 5 milimeter. 

Zooid tersebut merupakan hewan hermafrodit (berkelamin ganda). Ia mampu menghasilkan statoblas, sekumpulan sel di organisme yang bereproduksi secara aseksual jika terpisah dari koloni. "Sebelumnya, spesies ini hanya ditemukan di daerah timur Sungai Mississippi. Ini mungkin bryzoa kuno yang telah hidup sejak 470 juta tahun," kata Starnes. 

Namun, dari mana dia berasal masih misterius. Studi Badan Perikanan dan Kehidupan Liar Amerika pada 2012 menyebut perubahan iklim bertanggungjawab atas penyebaran P. magnifica ini. Sebab, makhluk ini hanya bisa bertahan di perairan hangat, kurang dari 60 Fahrenheit, atau sekitar 15 derajat Celsius. Pemanasan iklim mungkin membuat makhluk ini pindah ke utara. 

Starnes menjelaskan, spesies ini bersimbiosis mutualisme dengan alga di perairan yang kaya akan nutrisi. Namun, peningkatan populasi P. magnifica tanpa ada kendali akan mengganggu keseimbangan ekosistem air tawar. Kalau masuk ke daerah pemukiman atau sumber air minum, makhluk seperti gumpalan otak ini juga bisa menyumbat pipa. 

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: SAINSTEK

Berikan Komentar