Jumat, 21 Juli 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Edukasi

Mahasiswa Nusa Putra Presentator Seminar "Alternative Energy for ASEAN in the Future" di Singapura
SMK Bisa, SMK Pasim Luar Biasa
Nusa Putra Duta Kerjasama PT Indonesia dan Kazakhstan
Doa Bangsa: SMA Baru dengan Sistem Unik dan Beragam Prestasi Membanggakan
Kuliah Dua Tahun di Sukabumi dan Dua Tahun di Korea
SMK di Sukabumi Rancang Robot Terbang dan Pengintai
Keseruan, MABIM Mahasiswa Baru STT Nusa Putra
Lagi, Pelajar Sukabumi Dapatkan Beasiswa SCG
Ini Daftar PT di Kazakhstan yang Jalin Kerja Sama dengan Nusa Putra
Lutfi Ab-Wirastinov Pimpim Himpunan Mahasiswa Amik CBI Cicurug Kabupaten Sukabumi


Mahasiswa Undip Bikin Plastik dari Sukun dan Bonggol Jagung

Selasa, 11 Juli 2017 - 12:56:16 WIB


Mahasiswa Undip Bikin Plastik dari Sukun dan Bonggol Jagung
© youngsters.id
Tim mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang membuat plastik biodegradable.

SUKABUMIUPDATE.com - Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, membuat plastik ramah lingkungan. Bahannya, dari tongkol jagung dikombinasikan sukun, sebagai plastik biodegradable.

"Bahan yang bisa digunakan, kumpulan senyawa pada tanaman seperti pati, selulosa,” kata ketua tim peneliti, Novita Siti Lestari, Senin, (10/7).

Menurut dia, dalam tongkol jagung dan buah sukun, terdapat molekul karboksimetil selulosa. Sehingga berpotensi dibuat bahan aditif plastik. Meski dia mengakui, kini banyak dikembangkan plastik biodigredable memanfaatkan bahan terbarukan dari kitosan, udang, kepiting, dan pati singkong. 

“Kelompok kami sengaja menggunakan pati sukun dan molekul karboksimetil tongkol jagung. Pertimbangannya, mudah mendapatkan bahan,” kata Novita.

Prosesnya mudah. Dalam penelitiannya, Novita bersama Retno Wulansari, Putri Ade Riswanti, Ridla Setya Nur Armina dan Rio Agung Prabowo, mula-mula membuat tepung sari buah sukun. “Hasil endapan itu, dikeringkan dan diayak, dengan ukuran 100 mesh. Sedangkan sintesis dan isolasi di tongkol jagung sehingga diperoleh senyawa molekul karboksimetil”, katanya.

Dia melanjutkan, sari pati sukun dan molekul karboksimetil dipanaskan, diaduk dengan hot stirrer, agar larutan homogen. Lalu ditambah gliserol. Setelah itu, dioven sehingga diperoleh plastik yang diinginkan.

Meski begitu proses itu masih perlu serangkaian penelitian lanjutan. Hasil plastik yang diproduksi tidak terlalu bersih, karena tidak melalui bleaching pada pati sukun. Novita mengatakan bioplastik pati sukun dan tongkol jagung, sangat kuat dan mudah terdekomposisi, sehingga mudah diurai, dan ramah lingkungan.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: Edukasia

Berikan Komentar