Sabtu, 29 Juli 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sainstek

Robot Seks Harmony Harganya Setara Mobil LCGC di Indonesia
Hujan Es di Bandung, Ini Perbedaannya dengan Salju
Remaja 19 Tahun Ini Raup Ratusan Juta Sebagai Gamer Profesional
Headphone Beat Meledak di Wajah, Apple Tolak Beri Kompensasi
Kembangkan Pesawat Jet, Honda Habiskan 1 Miliar Dolar AS
Mahasiswa Unibraw Kembangkan Alat Pendeteksi Kualitas Udara
Dua Alasan Nokia 3310 Klasik Tidak Berfungsi di AS
Samsung Galaxy S8 Dikabarkan Dilengkapi Fitur Pengenal Wajah
Mahasiswa Surabaya Bikin Alat Pengisi Biogas ke Tabung Melon
Hadapi Ransomware WannaCry, Jangan Hanya Andalkan Antivirus


Mahasiswa Temukan Alakantuk, Alat Untuk Mengurangi Kecelakaan

Senin, 26 Juni 2017 - 14:12:17 WIB


Mahasiswa Temukan Alakantuk, Alat Untuk Mengurangi Kecelakaan
© prasetya.ub.ac.id
Wahyu Tasry Naufal, Prayoga Bintang Primawan, dan Asri Anjasari, Tiga mahasiswa jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Brawijaya membuat Alas Duduk Anti Kantuk atau ALAKANTUK.

SUKABUMIUPDATE.com - Tiga mahasiswa jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Malang, menemukan alat untuk meminimalisasi kecelakaan di jalan raya. Alat itu diberi nama Alakantuk, yaitu alas duduk anti-kantuk.

Menurut salah seorang penemu Alakantuk, Prayoga Bintang Primawan di Malang, Jawa Timur, Senin, alat tersebut diciptakan karena tingginya tingkat kecelakaan lalu-lintas di Indonesia yang disebabkan karena faktor manusia, yaitu mengantuk.

Alakantuk merupakan inovasi alas duduk yang mampu meningkatkan detak jantung manusia melalui getaran. Prinsip kerjanya berawal dari sensor detak jantung yang terpasang di pergelangan tangan.

Ketika detak jantung terbaca di bawah angka normal, alas duduk bisa menciptakan getaran yang memicu detak jantung kembali meningkat, kata Prayoga.

Prayoga menerangkan alat yang bisa digunakan ketika berkendaraan tersebut, terdiri dari beberapa komponen yaitu alas duduk dan gelang. Dalam alas duduk terdapat komponen elektronik berupa penggetar, sedangkan pada gelang terdapat sensor detak jantung.

Pada saat bergetar, katanya, detak jantung meningkat, aliran darah juga meningkat sehingga jadi lebih fokus dalam berkendara.

Selain itu, jika mengantuk pada saat kuliah dengan getaran tersebut bisa lebih berkonsentrasi dalam menerima apa yang disampaikan dosen.

Menurut dia, Alakantuk merupakan solusi yang tepat bagi para sopir kendaraan roda empat yang memiliki jam kerja lebih dari 12 jam per hari. Alakantuk ini bisa digunakan tiga sampai empat jam per hari secara terus-menerus dan memudahkan para pengguna di kondisi yang darurat.

Penggunaan Alakantuk sangat mudah, cukup dengan memasang komponen-komponen pada tubuh, menjadikan alat tersebut bisa diterima di masyarakat secara luas.

Menurut Asri, Alakantuk saat ini sedang dalam proses pengajuan paten. "Kami masih akan melakukan pengujian lebih lanjut dan masih memperbaiki desainnya agar lebih enak dipandang dan sempurna sehingga pengguna bisa lebih aman dan nyaman," ujarnya.

Alakantuk merupakan inovasi mahasiswa yang diikutkan dalam Program Kreativitas Mahasiswa Karya Cipta (PKM KC). Proses penemuan dan pembuatan alat ini berada di bawah bimbingan dosen Haslinda Kusumaningsih. 

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: SAINSTEK

Berikan Komentar