Sabtu, 25 November 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Terpeleset di Jembatan, Bocah Sindangpalay Kabupaten Sukabumi Terseret Arus Sungai Cibeubeur
Pelaku Pembuangan Bayi Laki-laki Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Ternyata Siswi SMK
Mengamuk dan Merusak, Satu Diamankan Tiga Orang Lainnya Dalam Pencarian Polresta Sukabumi
Di Dua Lokasi Berbeda, Dua Pelajar SMK di Cibadak Kabupaten Sukabumi Jadi Korban Pembacokan
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa
Tarkimsih Kabupaten Sukabumi Langgar Hak Pejalan Kaki
Ribuan Buruh di Parungkuda Dibubarkan, Ternyata Ini Alasannya
Perkosa Cucu Dua Kali Usai Nonton Film Biru, Kakek dari Ciambarjaya Kabupaten Sukabumi
Diduga Dibuang Ibu Kandung, RS Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi Rawat Bayi Mungil


Lemahnya Ekonomi Jadi Penyebab Perceraian di Kabupaten Sukabumi

Jumat, 20 Oktober 2017 - 22:10:28 WIB


Lemahnya Ekonomi Jadi Penyebab Perceraian di Kabupaten Sukabumi
© Deni Ambarin
Tempat pendaftaran gugatan di Kantor Pengadilan Agama Negeri (PAN), Kabupaten Sukabumi.

SUKABUMIUPDATE.com – Lemahnya kondisi atau faktor ekonomi, ditengarai jadi salah satu penyebab meningkatnya angka gugatan cerai di Pengadilan Agama Negeri (PAN), Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Panitera Muda Hukum PAN, Kabupaten Sukabumi, Ade Rinayanti mengungkapkan dari jumlah total 1.080 angka perceraian, 85 persennya mencakup pada gugatan cerai, dibandingkan tahun lalu, meningkat lima persen, dan rata-rata disebabkan masalah ekonomi.

BAJA JUGA: DPC GSBI Sukabumi: UMK Tahun 2018 Dipastikan Naik 8,71 Persen

“Jumlah gugatan cerai di tahun ini (2017) meningkat, jika dibandingkan tahun sebelumnya (2016). Sekarang per Oktober saja, sudah di angka dua puluh lima persen. Tahun lalu, hanya dua puluh persen, itupun hitungannya dari Desember,” ungkapnya, kepada sukabumiupdate.com, Jumat (20/10/2017).

BAJA JUGA: Banyak Penyedia Jasa Kontruksi di Kota Sukabumi, Diduga Belum Penuhi Kewajibannya

Ade menambahkan, cerai talak, dibandingkan tahun lalu, tidak jauh beda, di tahun ini per Oktober, mencapai 15 persen, tahun lalu 20 persen di Desember, masalahnya rata-rata disebabkan pihak ketiga, perselingkuhan.

“Cerai talak saat ini hitungannya bisa dikatakan masih dalam tingkat wajar, jika dibandingkan tahun lalu. Tahun ini, Oktober lima belas persen, sedangkan tahun lalu di Desember, persentasenya mencapai dua puluh persen,” imbuhnya.

Reporter: DENI AMBARIN/Kontributor
Redaktur: RUDI RUSMANA
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar