Rabu, 28 Juni 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Ekonomi

Disedot Online, Penumpang Angkutan Umum di Kota Sukabumi Berkurang Hingga 80 Persen
APBD Kabupaten Sukabumi Rp3,161 T, Ini Komposisinya
Ini Cara Ribuan Karyawan PT Muara Tunggal Kabupaten Sukabumi Tolak Rentenir
Seluruh Tol Bocimi Ditargetkan Selesai 2019
Mengintip Masa Depan Jampang dari Secangkir Kopi
Di Sukabumi, si Pleci Bisa Seharga Motor Sport
Anda Perlu Ayam Kampung? Datanglah ke Cicantayan Kabupaten Sukabumi
Kisah Pelipur Lara di Gang Lipur Kota Sukabumi
Kenikmatan Sebuah Meja Cooking Class di Kota Sukabumi
Dari Nyalindung Menuju Pasar Teh Dunia


Kurs Rupiah Naik 29 Poin

Selasa, 10 Januari 2017 - 12:07:48 WIB


Kurs Rupiah Naik 29 Poin
© Antara
Ilustrasi Mata uang.

SUKABUMIUPDATE.com - Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta pada Selasa (10/1) pagi naik 29 poin menjadi Rp13.331 per dolar AS.

"Nilai tukar rupiah stabil dengan kecenderungan menguat, menandakan semakin mendominasinya sentimen positif," kata ekonom Samuel Sekuritas, Rangga Cipta.

Rangga mengatakan naiknya cadangan devisa periode Desember 2016 menjadi salah satu faktor positif bagi rupiah. 

Bank Indonesia mencatat, posisi cadangan devisa Indonesia akhir Desember 2016 sebesar 116,4 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan dengan posisi akhir November 2016 yang sebesar 111,5 miliar dolar AS.

Analis dari PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong mengatakan sentimen dari dalam negeri berkenaan dengan cadangan devisa Indonesia akan menjaga rupiah untuk jangka menengah-panjang.

"Cadangan devisa menunjukan fundamental ekonomi nasional masih cukup kondusif sehingga direspon pelaku pasar uang dengan mengakumulasi rupiah," kata Lukman Leong. 

Selain itu, Rangga mengatakan, saat ini fokus pelaku pasar tertuju pada prospek keseimbangan fiskal di 2017 yang bisa terganggu jika realisasi pendapatan tidak tercapai. Pelaku pasar juga menunggu perkembangan realisasi program amnesti pajak periode III.

Dari eksternal, ia menjelaskan, ada pengaruh dari terkoreksinya dolar AS bersamaan dengan turunnya imbal hasil US Treasury dan pesimisme terhadap dolar AS menjelang pelantikan presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump pada 20 Januari 2017.

Sumber: ANTARA
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: Ekonomi

Berikan Komentar