Rabu, 18 Oktober 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Edukasi

Mahasiswa Nusa Putra Presentator Seminar "Alternative Energy for ASEAN in the Future" di Singapura
SMK Bisa, SMK Pasim Luar Biasa
Nusa Putra Duta Kerjasama PT Indonesia dan Kazakhstan
Kuliah Dua Tahun di Sukabumi dan Dua Tahun di Korea
Pelajar Asal Jepang Berbagi Ilmu di SD Negeri Manggis, Kabupaten Sukabumi
SMK di Sukabumi Rancang Robot Terbang dan Pengintai
Lagi, Pelajar Sukabumi Dapatkan Beasiswa SCG
Ratusan Alumni STH Pasundan Sukabumi Kumpul Bareng
Mahasiswa Mahasiswi DKV STT Nusa Putra Borong Gelar Juara pada HUT ke-103 Kota Sukabumi
Harus Menginap untuk Ikuti UN, Dua Siswi SDN Cirengrang Kabupaten Sukabumi


Komunitas 1.000 Guru Sukabumi Peduli Pendidikan Anak Pedalaman

Kamis, 21 September 2017 - 13:49:13 WIB


Komunitas 1.000 Guru Sukabumi Peduli Pendidikan Anak Pedalaman
© Dok Komunitas 1.000 Guru Sukabumi
Anak-anak muda dengan latar belakang berbeda-beda yang tergabung dalam Komunitas 1.000 Guru Sukabumi saat Traveling and Teaching (TNT) ke salah satu sekolah.

SUKABUMIUPDATE.com - Komunitas 1.000 Guru Sukabumi, digagas beberapa anak muda berlatar belakang berbeda-beda, dengan visi memajukan pendidikan anak pedalaman di Sukabumi.

Melihat kondisi pendidikan di pedalaman yang notabene jauh dari standar pendidikan, seperti bangunan sekolah tidak layak, serta kurang meratanya guru yang sesuai bidang dan latar belakangnya, menjadi titik awal terbentuknya komunitas ini.

”Kami merintis dari Januari 2015, tapi peresmian komunitas berdiri tanggal 02 Mei 2015. Tagline yang diusung, yaitu “Komunitas Peduli Pendidikan Pedalaman”. Sebenarnya tujuan kami banyak dalam membentuk komunitas ini, tapi yang paling utama ingin menginspirasi anak muda Sukabumi untuk sama-sama peduli tentang pendidikan pedalaman,” ujar Gus Rizky Syafaat, selaku Ketua Regional 1.000 Guru Sukabumi, kepada sukabumiupdate.com, Kamis (21/9/2017).

BACA JUGA: Ingat, Sabtu Hari Bersatu Komunitas Muda dalam Sukabumi Ngahiji Unity Pitstop

Komunitas 1.000 Guru Sukabumi, mengusung program andalan, yaitu Traveling and Teaching (TNT), dimana program tersebut memadukan traveling ke pedalaman, sambil mengajar di sekolah yang ada di tempat tersebut.

Program TNT, biasanya dilakukan selama dua atau tiga hari, selama weekend, dan membuka volunteer dari berbagai kalangan buat bergabung dalam program 1.000 Guru Sukabumi.

Untuk mengikuti kegiatan ini, ada prosedur yang harus dilalui setiap volunteer yang ingin mengikuti TNT. Kouta untuk sekali TNT adalah 30 orang, atas pertimbangan akomodasi dan jumlah anak pedalaman yang akan diajar.

“Satu bulan sebelum kegiatan TNT, kami dari tim 1.000 Guru Sukabumi, akan mempublish di sosial media dan calon volunteer bisa mendaftarkan diri,” kata Gus Rizky.

“Lebih jauh lagi, kami berharap bisa mendorong semangat belajar adik-adik di SD/MI dengan berbagi pengalaman dan keceriaan. Utamanya program Traveling and Teaching (TNT) itu menjadi basis kegiatan anak-anak muda yang suka traveling, sambil berbagi dengan adik-adik di pedalaman, lewat fun teaching di SD/MI,” tambah Gus Rizky.

Selain program TNT, komunitas yang berlokasi di Kampung Kaum Babakan Nomor 129, RT 003/001, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ini masih mempunyai program lain, di antaranya Teaching and Sharing (TAS).

BACA JUGA: Komunitas Musik Sukabumi Galang Dana untuk Curugkembar

“Dimana sasaran kegiatan kami adalah anak-anak panti asuhan. Kemudian Program Beasiswa Guru Pedalaman, dan Kampanye Hormati Gurumu. Sasaran dari program tersebut, yaitu guru-guru yang mengabdi di pedalaman Sukabumi. Tetapi, secara finansial tidak bisa melanjutkan kuliah ke jenjang S1 yang merupakan syarat dari profesionalisme seorang guru,” jelasnya.

Dan program yang lainnya adalah Kampanye Hormati Gurumu, dengan melibatkan siswa-siswa SMA dengan tujuan mengembalikan citra guru yang semakin hari semakin dilupakan.

“Harapan kedepannya bisa melibatkan lebih banyak anak-anak muda Sukabumi. Soalnya, selama kami berkarya itu, di setiap programnya masih belum dapat animo yang luar biasa dari anak muda Sukabumi sendiri. Tapi sekarang Alhamdulillah, sudah lumayan banyak. Saya harap bisa lebih membludak lagi anak-anak muda yang ikut bersinergi di komunitas ini dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Sukabumi,” pungkas Gus Rizky, penuh harap.

Reporter: REIHAN GHIFARI/Kontributor
Redaktur: RUDI RUSMANA
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar