Kamis, 19 Oktober 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Pelaku Pembuangan Bayi Laki-laki Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Ternyata Siswi SMK
Mengamuk dan Merusak, Satu Diamankan Tiga Orang Lainnya Dalam Pencarian Polresta Sukabumi
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa
Di Dua Lokasi Berbeda, Dua Pelajar SMK di Cibadak Kabupaten Sukabumi Jadi Korban Pembacokan
Tarkimsih Kabupaten Sukabumi Langgar Hak Pejalan Kaki
Diduga Dibuang Ibu Kandung, RS Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi Rawat Bayi Mungil
Perkosa Cucu Dua Kali Usai Nonton Film Biru, Kakek dari Ciambarjaya Kabupaten Sukabumi
Polsek Cicurug Gelar Olah TKP di PT Koin Baju Global Kabupaten Sukabumi
Tiga Rumah dan Dua Mobil Hilang Tergerus Banjir Cidolog Kabupaten Sukabumi


Kompas, Bukti Kaum Pria Sukabumi Punya Nyali untuk Merantau

Jumat, 19 Mei 2017 - 18:48:39 WIB


Kompas, Bukti Kaum Pria Sukabumi Punya Nyali untuk Merantau
© Dok. Pribadi
2nd Anniversary Kompas.

SUKABUMIUPDATE.com - Jika warga Kota dan Kabupaten Sukabumi didominasi kaum Adam, konon salah satu penyebabnya adalah rendahnya minat kaum pria Sukabumi untuk merantau, atau bekerja di luar daerah.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan kaum wanitanya yang dinilai lebih memiliki keberanian mencari nafkah di luar daerah atau negeri.

Namun, keberadaan Komunitas Perantau Asal Sukabumi (Kompas) yang sudah terdaftar di notaris sejak 9 juli 2014 oleh Dede Rico itu, selain wadah silaturahim antar perantau asal Kota dan Kabupaten Sukabumi, sekaligus upaya menepis tudingan jika warga Sukabumi tidak memiliki nyali untuk merantau.

Selain itu, menurut Hubungan Masyarakat Kompas Nirwan Fransiska, komunitas tersebut didirikan agar para perantau asal Sukabumi tidak merasa sendiri di luar kota atau negeri orang.

BACA JUGA: Permintaan Unik Sukabumi Street Art kepada Pemerintah

"Kompas juga memiliki misi mendorong para perantau Sukabumi lebih baik dan bermartabat, serta mampu mengharumkan nama baik Sukabumi di luar daerah dan mancanegara," terang Nirwan kepada sukabumiupdate.com melalui pesan WhatsApp, Jumat (19/5).

Kompas, menurut Nirwan, mempunyai kegiatan rutin, yaitu seminggu sekali mengadakan kopi darat (kopdar). “Walaupun kita suka kopdar, tapi kita bukan geng motor. Kita hanya berkumpul dan bercanda ria. Bahkan, yang sudah memiliki anak dan istri, sengaja suka dibawa. Jadi acara kumpul kita menjadi lebih ramai dan berwarna.”

BACA JUGA: Milanisti Sukabumi, dari Tiga M Hingga Mencari Jodoh

Selain kopdar, ditambahkan laki-laki berusia 34 tahun itu, Kompas sering mengadakan bakti sosial (baksos) setiap enam bulan sekali di Sukabumi. "Karena Kompas itu warga asal Sukabumi, jadi berbakti kepada Sukabumi sebagai tanah leluhur.”

Masih menurut Nirwan yang saat ini merantau di Jakarta, sejauh ini Kompas sudah mempunyai 1.500 orang anggota yang sudah memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA). Dari jumlah tersebut, justru jumlah perantau wanita yang tercatat sebagai anggota, hanya 50 orang.

BACA JUGA: JCI Chapter Sukabumi, dari Nobar hingga Aksi Sosial

Anggota terdiri dari para perantau yang tersebar di berbagai daerah dan negeri seperti, Jakarta, Bogor, Karawang, Bekasi, Cikarang, Bandung, hingga Brunai Darussalam. Bahkan, Dede Rico sebagai pendiri, kini bermukim di negeri Matahari Terbit, Jepang.

Sementara, ditanya soal pengalaman paling mengesankan selama aktif di Kompas, Nirwan menjawab, semua pengalaman punya cerita tersendiri. "Bagi saya pribadi, kegiatan bersama Kompas semuanya tidak bisa dilupakan dan berharga."

Di akhir perbincangan, Nirwan berharap anggota Kompas ke depannya bisa lebih kompak dalam berbagai hal. "Lebih dewasa, karena umur Kompas yang sudah menginjak tahun ketiga,” pungkas Nirwan.

Reporter: ANNISA RAHMATILLAH
Redaktur: ANISA SITI RIZKIA
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar