Sabtu, 29 Juli 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sainstek

Robot Seks Harmony Harganya Setara Mobil LCGC di Indonesia
Hujan Es di Bandung, Ini Perbedaannya dengan Salju
Remaja 19 Tahun Ini Raup Ratusan Juta Sebagai Gamer Profesional
Headphone Beat Meledak di Wajah, Apple Tolak Beri Kompensasi
Kembangkan Pesawat Jet, Honda Habiskan 1 Miliar Dolar AS
Mahasiswa Unibraw Kembangkan Alat Pendeteksi Kualitas Udara
Dua Alasan Nokia 3310 Klasik Tidak Berfungsi di AS
Samsung Galaxy S8 Dikabarkan Dilengkapi Fitur Pengenal Wajah
Mahasiswa Surabaya Bikin Alat Pengisi Biogas ke Tabung Melon
Hadapi Ransomware WannaCry, Jangan Hanya Andalkan Antivirus


Kiamat Manusia, Stephen Hawking akan Bangun Koloni di Bulan

Rabu, 28 Juni 2017 - 17:16:10 WIB


Kiamat Manusia, Stephen Hawking akan Bangun Koloni di Bulan
©
Stephen Hawking tentang Bumi yang hanya tersisa 100 tahun dan manusia melarikan diri ke Mars untuk bertahan hidup.

SUKABUMIUPDATE.com - Stephen Hawking, pakar astrofisika teoretis dari Universitas Cambridge, dikabarkan sedang menyiapkan tim untuk membangun koloni di bulan untuk menghindari kiamat manusia. Seperti diberitakan laman Washington Post, Senin (26/6), dia sedang bernegosiasi dengan negara-negara maju untuk mengirimkan masing-masing astronotnya ke bulan pada 2020.

Tentunya, astronot tersebut akan membangun koloni pertama di satu-satunya satelit alami bumi itu. Diperkirakan pembangunan koloni pertama akan memakan waktu 30 tahun, setelah itu baru umat manusia bisa pindah ke bulan.

Sebelumnya, fisikawan kelahiran 8 Januari 1942 itu menyatakan bumi akan hancur dalam waktu 100 tahun lagi. Karena itu, dia menyatakan manusia harus pindah ke planet lain kalau tak mau menemui kiamat. Pembentukan tim koloni ke bulan ini, kabarnya, merupakan antisipasi kalau manusia tidak bisa menemukan planet baru di tata surya lain untuk dihuni.

Sayangnya, tidak disebutkan negara mana diajak Stephen Hawking untuk proyek ini. Hawking pun tidak bisa menyatakan keterangan resmi.

Meski begitu, koloni di bulan bukan hal yang baru. Pada dekade 1940-an Amerika Serikat telah menyatakan minatnya untuk bisa membangun peradaban di sana. Tahun lalu, Ramses Ramirez dan Lisa Kaltenegger, peneliti astrofisika dari Universitas Cornell di New York, Amerika, pun telah menghitung kemungkinan tersebut, termasuk kemungkinan hidup di planet lain dalam tata surya kita.

Dalam Astrophysical Journal edisi 20 Mei 2016, keduanya menyebut bumi akan kiamat dalam beberapa juta tahun lagi. Penyebabnya, perubahan lingkungan dan iklim. Artikel mereka berjudul "Habitable Zones of Post-Main Sequence Stars".

"Atmosfer bumi akan terbakar yang menyebabkan radiasi dari matahari bisa masuk ke bumi," tulis keduanya dalam jurnal. Saat matahari memasuki usia 12,5 miliar tahun, mereka menjelaskan dalam jurnal, ukurannya akan semakin membesar. Saat itulah bumi dan Mars sudah tidak lagi berada di zona layak huni. Sekadar informasi, matahari kini berumur 4,65 miliar tahun.

Sedangkan Jupiter dan Saturnus akan memasuki zona layak huni. Kalau itu terjadi, menurut mereka, Enceladus dan Europa, satelit alami Saturnus dan Jupiter, kemungkinan besar bisa dihuni.

Jadi, mana planet baru yang bisa dihuni untuk menghindari kiamat manusia? Tentunya, kita belum tahu. Stephen Hawking dan para ilmuwan lain kini sedang menghitungnya.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: SAINSTEK

Berikan Komentar