Jumat, 18 Agustus 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Nasional

Kecelakaan Maut Jalan Raya Cimande Menyisakan Luka Mendalam Bagi Keluarga Pengendara Mobil Brio
Pray For Garut, Inilah 17 Korban Meninggal yang Terindentifikasi
Hino Pengangkut Pasir Hantam Lima Mobil, 3 orang Meninggal 3 orang Luka
Tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang Ditawarkan pada Investor Asean
Bupati: Germas HS Mengacu kepada 12 Indikator
Diperkosa Sejak Usia 16 Tahun, Perempuan Ini Laporkan Gatot Brajamusti ke Polisi
Kronologi Kasus Pembunuhan Oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi
Diduga Dibawa Kabur Pria Kenalan di Medsos, Nur Janah (mencaricinta Illahi) Warga Sukaraja Dua Bulan Hilang
Belum Terima THR, Ratusan Pegawai Garmen Mogok Bekerja
Apakah Warga Sukabumi Masih Ingat, Ada Apa dengan 4 Desember?


Ketua MUI: Pemerintah Membatalkan Peraturan Full Day School

Senin, 19 Juni 2017 - 17:00:51 WIB


Ketua MUI: Pemerintah Membatalkan Peraturan Full Day School
© mui.or.id
Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof. Dr. Hasanuddin AF Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof. Dr. Hasannudin AF dan Ketua MUI Dr. KH Maruf Amin saat kompers di kantor MUI.

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah membatalkan Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017 tentang 5 Hari Sekolah atau dikenal dengan sebutan full day school. Menariknya, pembatalan ini diumumkan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin di Kantor Presiden. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy tampak mendampingi Maruf Amin.

 "Presiden akan melakukan penataan ulang dan meningkatkan regulasinya dari permen (peraturan menteri) menjadi peraturan presiden (perpres)," kata Maruf di Jakarta, Senin (19/6). Menurut dia, Presiden Joko Widodo merespons perkembangan yang terjadi di masyarakat ihwal kebijakan full day school.

Upaya pembentukan peraturan presiden, lanjutnya, akan melibatkan lembaga-lembaga pendidikan bahkan hingga organisasi massa. Hal itu dilakukan agar isi perpres bisa lebih komprehensif dan mewakili semua elemen. "Sehingga masalah yang menjadi krusial bisa ditampung," ucap Maruf.

Maruf menyatakan perpres yang secepatnya akan dibuat akan memperkuat posisi madrasah diniyah. "Pembentukannya juga akan melibatkan menteri terkait, seperti Kementerian Agama," kata dia.

Mendikbud Muhadjir Effendy menambahkan perpres baru nantinya tidak akan bertabrakan dengan waktu mengajar guru yang sudah diputuskan dalam rapat terbatas, yaitu lima hari kerja. Ia menilai kebijakan itu akan disesuaikan dengan perpres yang baru. "Kami sedang menggodok pedomannya. Nanti kami sinkronkan," ucapnya.

Kebijakan full day school sebelumnya menuai kritik keras dari masyarakat. Salah satunya ialah MUI dan Pengurus Besar Nahdatul Ulama. Keduanya menilai pelaksanaan full day school berpotensi menggerus keberadaan madrasah diniyah yang sudah berkembang lama.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: NASIONAL

Berikan Komentar