Jumat, 20 Oktober 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Pelaku Pembuangan Bayi Laki-laki Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Ternyata Siswi SMK
Mengamuk dan Merusak, Satu Diamankan Tiga Orang Lainnya Dalam Pencarian Polresta Sukabumi
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa
Di Dua Lokasi Berbeda, Dua Pelajar SMK di Cibadak Kabupaten Sukabumi Jadi Korban Pembacokan
Tarkimsih Kabupaten Sukabumi Langgar Hak Pejalan Kaki
Diduga Dibuang Ibu Kandung, RS Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi Rawat Bayi Mungil
Perkosa Cucu Dua Kali Usai Nonton Film Biru, Kakek dari Ciambarjaya Kabupaten Sukabumi
Polsek Cicurug Gelar Olah TKP di PT Koin Baju Global Kabupaten Sukabumi
Tiga Rumah dan Dua Mobil Hilang Tergerus Banjir Cidolog Kabupaten Sukabumi


Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Bicara Soal Rutilahu Desa Mekarsari Kecamatan Cicurug

Sabtu, 25 Februari 2017 - 16:51:23 WIB


Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Bicara Soal Rutilahu Desa Mekarsari Kecamatan Cicurug
© Rawin Soedaryanto
Rumah tidak layak huni milik Eko.

SUKABUMIUPDATE.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi, Agus Mulyadi angkat bicara soal rumah tidak layak huni di Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug. Menurut Agus, setidaknya ada 51 unit rumah tidak layak huni (rutilahu) di sekitar perbatasan tembok pabrik aqua yang berada di Wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

"Saya meminta kepada pihak perusahaan Aqua menjalankan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 121 tahun 2015, tentang sumber daya air," pinta Agus melalui sukabumiupdate.com, Sabtu (25/2) sore, sekira pukul 15,00 WIB.

Ditambahkan Agus yang juga warga Cicurug itu, berbicara program corporate social responsibility (CSR) Aqua, menurutnya belum sesuai apa yang selama ini dilakukan kepada masyarakat. "Perlu dilakukan audit soal penyaluran dana CSR Aqua, meskipun itu perusahaan swasta tapi perlu transparan dalam menyalurkannya."

Masih menurut Agus, jika dilakukan secara transparan, maka akan ada pengawasan dari masyarakat, sehingga nantinya akan ketahuan apakah program CSR Aqua tersebut tepat sasaran atau tidak. "Intinya saya mempertanyakan program CSR Aqua, mana kepeduliannya untuk masyarakat yang terdekat dengan pabrik, ini mereka tinggal di sekitar pabrik Aqua lho, ring satu," pungkasnya.

BACA JUGA:

Akan Dibongkar, Gubuk Derita Eko di Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi

Tinggal di Gubuk, Sembilan Jiwa Warga Cicurug Kabupaten Sukabumi

Sementara Kepala Desa Mekarsari, Iwan Ridwan membenarkan pernyataan Agus Mulyadi bahwa terdapat 51 rutilahu yang memerlukan bantuan dari pihak perusahaan yang berada di wilayahnya.

"Saya sebagai kepala desa sangat bingung ketika puluhan rumah warga kami di tujuh rukun warga, dari mulai RW 01 hingga 07. Karena jika berbicara anggaran dari Dinas Sosial, tidak akan memungkinkan, karena hanya empat juta Rupiah. Karenanya saya berharap Aqua bisa membantu, jangan hanya setahun sekali," harap Iwan.

Dihubungi terpisah, Supervisor CSR PT Aqua Golden Mississippi Mekarsari, Andi Suhandi mengatakan, untuk program rutilahu saat ini tengah dalam penganggaran. "Bulan Desember tahun lalu tidak tereksekusi, sekarang dalam proses penganggaran baru. Kalau Aqua programnya mungkin dinilai lambat, tapi pasti," selorohnya.

Reporter: RAWIN SOEDARYANTO
Redaktur: RONY M SAMOSIR
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar