Sabtu, 29 Juli 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

22 Tahun AQUA Ambil Air di Sukabumi Tanpa Izin
Tewas di Kolam Renang Cimalati, Pelajar SMA N 1 Parungkuda Kabupaten Sukabumi
Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Bertambah, Korban Jambret Payudara di Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi Rekomendasikan Penutupan Sementara Pabrik Aqua
Siapa Preman di Balik Kasus Pungli Naker di Pabrik GSI Kabupaten Sukabumi?
Kronologis Rusuh BBRP dan PP di Pamuruyan Kabupaten Sukabumi
Lagi, Pantai Citepus Kabupaten Sukabumi Telan Korban Jiwa
Marak Aksi Jambret Payudara, Ini Kesaksian Dua Wanita Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
BBRP dan PP Perang di Pamuruyan Cibadak Kabupaten Sukabumi


Ketika Seniman Kota Sukabumi Karib dengan Gelandangan

Rabu, 17 Mei 2017 - 01:29:24 WIB


Ketika Seniman Kota Sukabumi Karib dengan Gelandangan
© Dimas DR
Arini Priyatini dan Rama memberikan kantong tidur kepada Mamat.

SUKABUMIUPDATE.com - Di tengah semerawutnya kota dan tumpukan sampah sisa pedagang, pemandangan apalagi yang kita temukan jika secara sengaja berjalan menyusuri sepinya Kota Sukabumi di malam hari? Begitu pertanyaan Arini Priyatini, salah seorang pegiat Komunitas Peduli Sesama (KPS).

Salah satu yang akan dengan mudah kita temui adalah banyaknya tunawisma atau gelandangan yang tidur di emperan toko dan trotoar. Setidaknya itu yang dikemukakan Arini.

"Belum lagi mereka yang tidur di taman kota seperti di Taman Urang dan Alun-alun," kepada sukabumiupdate.com, wanita yang karib disapa Ceuceu itu bertutur, Selasa (16/5) malam.

Peduli atas persoalan tersebut, KPS dan sejumlah seniman yang kerap berkumpul di Gedung Juang 45 itu, berinisiatif membagikan ratusan kantong tidur atau sleeping bag gratis. 

BACA JUGA:

KSP dan Aliansi Komunitas Seni Kota Sukabumi Bagikan Kantong Tidur

Peduli Siswa Berkebutuhan Khusus Ala Satlantas Kota Sukabumi dan Komunitas Circle

Ketika Pengamen Jalanan Kota Sukabumi Peduli Keselamatan Pengguna Jalan

"Tepatnya sebanyak 103 kantong tidur yang diberikan kepada para gelandangan dan tunawisma yang ditemui tidur di jalanan," tambahnya usai memberi kantong tidur kepada Mamat (60), seorang tunawisma di Jalan Veteran.

Diakui Ceuceu, tidak bisa dibayangkan bagaimana rasanya tidur di luar, terlebih di jalanan, dengan kondisi udara dingin seperti di Kota Sukabumi. ”Kami hanya melakukan apa yang kami sanggup lakukan dan semoga bermanfaat,' tambahnya saat ditanya motivasi KPS melakukan aksi tersebut.

Sementara, Mamat mengaku, jika ia kerap mengisi rumah rumah kosong yang ada di wilayah Kecamatan Cikole untuk beristirahat. "Saya sebatangkara, untuk makan saya menjadi pemulung untuk mendapatkan uang," ujarnya singkat.

Reporter: DIMAS DR/Kontributor
Redaktur: ANISA SITI RIZKIA
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar