Rabu, 18 Oktober 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Internasional

Marwan Persentasikan Geopark Ciletuh Palabuhanratu Dihadapan 50 Delegasi Negara Peserta GGN
Mungkinkah Nabi Adam Itu Siwa? Ataukah Buddha?
Rusia Blokir Dua Situs Porno Ternama
Kereta Tergelincir, Dua Orang Tewas dan Puluhan Terluka
ISIS Kehilangan Tokoh Propaganda
Nonton Orang Bunuh Diri, Dua Warga Justru Tewas, Kok Bisa?
Nahas, Kereta Tergelincir dan Tabrak Rumah
Sadis, Ayah Siarkan Aksi Bunuh Bayi Kandung dan Bunuh Diri Lewat Facebook
Tragis, Nenek Ini Tinggal di Kandang Babi Bertahun-tahun
Truk dan Bus Bertabrakan Tewaskan 12 Orang


Kesaksian Adik Perempuan Zakir Naik Soal Pencucian Uang

Jumat, 21 April 2017 - 05:40:23 WIB


Kesaksian Adik Perempuan Zakir Naik Soal Pencucian Uang
© Facebook.com
Ulama asal India, Ustaz Zakir Naik.

SUKABUMIUPDATE.com - Zakir Naik, pendakwah muslim asal India kini dililit kasus hukum. Direktorat Penegakan Hukum India menuding perusahaan yang didirikan Naik menjadi sarana pencucian uang oleh Direktorat Penegakan Hukum India.

Direktorat Penegakan Hukum India telah memeriksa beberapa orang terkait dengan Naik, termasuk adik perempuannya, Nailah Noorani.

Dalam pernyataannya, Noorani mengaku memiliki kaitan dengan lima perusahaan yang dibentuk oleh Naik yakni,  Harmony Media Ltd, Last Last Construction Pvt Ltd, Magestic Perfumes Pvt Ltd, Right Properties Pvt Ltd dan Alpha Lubricants.

Pengakuan Noorani ada dalam dokumen tuntutan setebal 1000 halaman terkait kasus pencucian uang terhadap Aamir Gazdar, salah satu kreditor Naik.

Untuk mengurangi kecurigaan, Naik dan istrinya memindahkan sahamnya pada perusahan-perusahaan tersebut ke Noorani pada 2013. Noorani kemudian memegang 95 persen saham Harmony Media dan Long Last Construction. Dia juga memegang 50 persen saham Majestic Parfum and Alpha Lubricants.

Meskipun dipercayakan mengurus perusahaan-perusahaan itu, namun Noorani mengaku tidak pernah menerima uang dari Naik. 

"Saya tidak pernah menanyakan pekerjaan atau bisnisnya, jadi saya tidak tahu tentang penghasilannya," kata Noorani, seperti yang dilansir (18/4).

Menurutnya, Naik sangat sibuk sehingga ia kesulitan berkomunikasi panjang lebar terkait perusahaan. Noorani mengatakan kakaknya hanya akan mengirim pesan ke ponsel untuk menandatangani cek tanpa mengetahui sifat transaksi.

Noorani juga tidak mengetahui dari mana sumber uang untuk membeli perusahaan-perusahaan itl. Dia juga  tidak menyadari tujuan transfer ini atau bagaimana dana tersebut digunakan.

 

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar