Senin, 20 November 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Ekonomi

DPC GSBI Sukabumi: UMK Tahun 2018 Dipastikan Naik 8,71 Persen
APBD Kabupaten Sukabumi Rp3,161 T, Ini Komposisinya
Ini Cara Ribuan Karyawan PT Muara Tunggal Kabupaten Sukabumi Tolak Rentenir
Disedot Online, Penumpang Angkutan Umum di Kota Sukabumi Berkurang Hingga 80 Persen
Di Sukabumi, si Pleci Bisa Seharga Motor Sport
Anda Perlu Ayam Kampung? Datanglah ke Cicantayan Kabupaten Sukabumi
Mengintip Masa Depan Jampang dari Secangkir Kopi
Seluruh Tol Bocimi Ditargetkan Selesai 2019
Kisah Pelipur Lara di Gang Lipur Kota Sukabumi
Dari Nyalindung Menuju Pasar Teh Dunia


Kepala Bappenas Pesimistis Target Pertumbuhan Ekonomi Tercapai

Senin, 13 November 2017 - 17:28:25 WIB


Kepala Bappenas Pesimistis Target Pertumbuhan Ekonomi Tercapai
© Katadata News
Pertumbuhan Ekonomi 2018 Bergerak ke Level 5,3 Persen.

SUKABUMIUPDATE.com - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro memperkirakan target pertumbuhan ekonomi tahun ini sulit dicapai. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2017, ekonomi ditargetkan tumbuh 5,2 persen. "Pemerintah akan struggle untuk mencapai 5,2 persen," katanya di kantornya, Jakarta, Senin, 13 November 2017.

Kesulitan itu menurut Bambang, disebabkan akumulasi pertumbuhan ekonomi hingga kuartal ketiga baru 5,03 persen. Artinya, ekonomi pada kuartal keempat harus tumbuh relatif tinggi di atas 5,5 persen.

Bambang memperkirakan berat bagi ekonomi untuk tumbuh sebesar itu pada kuartal keempat meski ada harapan dari pertumbuhan investasi, ekspor, dan konsumsi pemerintah. Jika ketiga indikator itu tumbuh baik seperti pada kuartal ketiga, ekonomi diprediksi hanya tumbuh 5,2-5,4 persen. "Jadi secara tahunan ekonomi akan tumbuh 5,1 persen," ujarnya.

Pada kuartal ketiga, ekonomi tercatat tumbuh 5,06 persen. Dari sisi pengeluaran, ekonomi didorong pertumbuhan investasi 7,11 persen dan ekspor 17,27 persen.

Untuk 2018, Bambang melihat ada peluang kenaikan pertumbuhan ekonomi di atas 5,2 persen. "Syaratnya, investasi bisa dipertahankan seperti di triwulan ketiga," ucapnya. Kondisi lain yang bisa mendukung proyeksi itu adalah pertumbuhan konsumsi yang mencapai 5 persen serta pertumbuhan ekspor dua digit.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menyebutkan sumber pertumbuhan ekonomi tahun ini adalah belanja pemerintah, khususnya dalam hal pembangunan infrastruktur. Selain itu, pertumbuhan ekonomi akan didukung konsumsi pemerintah.

"Di mana pada semester pertama 2017, konsumsi pemerintah tidak optimal. Tapi konsumsi pemerintah ini akan dilanjutkan di semester kedua," tuturnya akhir Agustus lalu.

Selain belanja dan konsumsi pemerintah, menurut Agus, pertumbuhan ekonomi akan ditopang investasi yang diprediksi tumbuh dengan baik. Pada triwulan kedua 2017, menurut Agus, investasi pada bahan bangunan menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: Ekonomi

Berikan Komentar