Rabu, 26 April 2017 - WIB Kota SukabumiHujan Sedang, 23 - 32 °C
KURS $ : Jual: 13.280 Beli: 13.110
Follow Us:

Kematian Hakim Muslim AS, Polisi Selidiki Kemungkinan Pembunuhan

Kamis, 20 April 2017 - 09:23:35 WIB


Kematian Hakim Muslim AS, Polisi Selidiki Kemungkinan Pembunuhan
© dream.co.id
Hakim Muslimah Pertama AS, Sheila Abdus-Salaam.

SUKABUMIUPDATE.com - Kepolisian Kota New York kini menyelidiki kemungkinan pembunuhan dalam kematian hakim Muslim pertama Amerika Serikat, sepekan setelah jasadnya ditemukan mengambang di Sungai Hudson.

Seperti dilansir The Independent, Rabu 19 April 2017, Sheila Abdus-Salaam, 65 tahun, adalah perempuan Afrika Amerika pertama yang menjabat sebagai hakim di pengadilan banding New York, sekaligus muslim pertama yang menjabat sebagai hakim di Negeri Abang Sam.

Jasad Sheila ditemukan di sungai di wilayah Manhattan pada Rabu petang pekan lalu. Ia terakhir berbicara kepada suaminya pada Senin malam dan dengan asistennya pada Selasa.

Saat ditemukan, kepolisian New York menyatakan jasad Sheila masih berpakaian lengkap dan tidak menunjukkan adanya indikasi luka yang disebabkan tindak kriminal.

Polisi kemudian menduga motik kematiannya karena bunuh diri, apalagi setelah mendengar bahwa ibunda dan saudara lelakinya baru saja meninggal saat Paskah tahun lalu. Saudara lelakinya tewas karena bunuh diri.

Namun polisi kini membuka kemungkinan kematiannya karena hal mencurigakan, termasuk pembunuhan, karena tidak ada tanda-tanda bunuh diri.

“Meski belum ada tanda-tanda kejahatan, tapi kami juga tidak menemukan tanda bunuh diri. Kami berharap jika ada pihak yang mengetahui ihwal kematian Hakim Abdus-Salaam, tolong segera melapor,” kata juru bicara NYPD, Stephen Davis kepada ABC7NY.

Kepolisian New York pun melalui akun Twitter resminya meminta siapa pun yang memiliki informasi tentang kematian Sheila, agar menghubungi kantor polisi.

Harian New York Post melaporkan penyelidik kini tengah mempelajari kamera pengawas yang berada di dekat toko dan pemukiman tempat hakim lulusan Columbia Law School itu tinggal.

Seorang sumber kepolisian mengatakan tidak ada upaya masuk paksa ke dalam apartemen Sheila di Harlem.

Hasil otopsi tidak resmi juga menunjukkan adanya air di dalam paru-paru korban dan memar di sekitar leher, tetapi matanya tidak menunjukkan ciri khas korban dicekik.

Sheila memulai karirnya sebagai jaksa di East Brooklyn Legal Services dan kemudian menjadi hakim selama 14 tahun di pengadilan Manhattan. Ia kemudian ditunjuk sebagai hakim pengadilan banding Negara Bagian New York pada 2013.

Sumber: Tempo

Berikan Komentar


Rekomendasi untuk Anda

TAHARA, Tabungan Primadona BPR Sukabumi untuk Masyarakat
Promoted Content

TAHARA, Tabungan Primadona BPR Sukabumi untuk Masyarakat