Kamis, 29 Juni 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Internasional

Marwan Persentasikan Geopark Ciletuh Palabuhanratu Dihadapan 50 Delegasi Negara Peserta GGN
Mungkinkah Nabi Adam Itu Siwa? Ataukah Buddha?
Bibir Pria Malang ini Digigit Kura-Kura Kesayangannya
Kereta Tergelincir, Dua Orang Tewas dan Puluhan Terluka
Nahas, Kereta Tergelincir dan Tabrak Rumah
Rusia Blokir Dua Situs Porno Ternama
Truk dan Bus Bertabrakan Tewaskan 12 Orang
Tak Ada Menu Daging di Resepsi, Mempelai Pria Batalkan Pernikahan
Nonton Orang Bunuh Diri, Dua Warga Justru Tewas, Kok Bisa?
Sadis, Ayah Siarkan Aksi Bunuh Bayi Kandung dan Bunuh Diri Lewat Facebook


Kematian Hakim Muslim AS, Polisi Selidiki Kemungkinan Pembunuhan

Kamis, 20 April 2017 - 09:23:35 WIB


Kematian Hakim Muslim AS, Polisi Selidiki Kemungkinan Pembunuhan
© dream.co.id
Hakim Muslimah Pertama AS, Sheila Abdus-Salaam.

SUKABUMIUPDATE.com - Kepolisian Kota New York kini menyelidiki kemungkinan pembunuhan dalam kematian hakim Muslim pertama Amerika Serikat, sepekan setelah jasadnya ditemukan mengambang di Sungai Hudson.

Seperti dilansir The Independent, Rabu 19 April 2017, Sheila Abdus-Salaam, 65 tahun, adalah perempuan Afrika Amerika pertama yang menjabat sebagai hakim di pengadilan banding New York, sekaligus muslim pertama yang menjabat sebagai hakim di Negeri Abang Sam.

Jasad Sheila ditemukan di sungai di wilayah Manhattan pada Rabu petang pekan lalu. Ia terakhir berbicara kepada suaminya pada Senin malam dan dengan asistennya pada Selasa.

Saat ditemukan, kepolisian New York menyatakan jasad Sheila masih berpakaian lengkap dan tidak menunjukkan adanya indikasi luka yang disebabkan tindak kriminal.

Polisi kemudian menduga motik kematiannya karena bunuh diri, apalagi setelah mendengar bahwa ibunda dan saudara lelakinya baru saja meninggal saat Paskah tahun lalu. Saudara lelakinya tewas karena bunuh diri.

Namun polisi kini membuka kemungkinan kematiannya karena hal mencurigakan, termasuk pembunuhan, karena tidak ada tanda-tanda bunuh diri.

“Meski belum ada tanda-tanda kejahatan, tapi kami juga tidak menemukan tanda bunuh diri. Kami berharap jika ada pihak yang mengetahui ihwal kematian Hakim Abdus-Salaam, tolong segera melapor,” kata juru bicara NYPD, Stephen Davis kepada ABC7NY.

Kepolisian New York pun melalui akun Twitter resminya meminta siapa pun yang memiliki informasi tentang kematian Sheila, agar menghubungi kantor polisi.

Harian New York Post melaporkan penyelidik kini tengah mempelajari kamera pengawas yang berada di dekat toko dan pemukiman tempat hakim lulusan Columbia Law School itu tinggal.

Seorang sumber kepolisian mengatakan tidak ada upaya masuk paksa ke dalam apartemen Sheila di Harlem.

Hasil otopsi tidak resmi juga menunjukkan adanya air di dalam paru-paru korban dan memar di sekitar leher, tetapi matanya tidak menunjukkan ciri khas korban dicekik.

Sheila memulai karirnya sebagai jaksa di East Brooklyn Legal Services dan kemudian menjadi hakim selama 14 tahun di pengadilan Manhattan. Ia kemudian ditunjuk sebagai hakim pengadilan banding Negara Bagian New York pada 2013.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar