Sabtu, 18 November 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Pakansi

Bakso Kuburan Mantan, Kuliner Mengejutkan dari Eks TKI Asal Sukabumi
Curug Sawer, Tak Ada Tempat Seperti Ini
Mitos Ki Hamali di Balik Keindahan Curug Cikaso
Pantai Ujung Genteng Segera Miliki Masjid Terapung
Ini Sungai Terpendek di Sukabumi, Mungkin Juga di Indonesia, Bahkan Dunia
Dapoer Mang Boel, Tongkrongan Hits Remaja Sukabumi
Curug Banteng, Kabupaten Sukabumi, Pilihan Wisata Akhir Pekan
Mitos Kamar 308 Inna Beach Hotel Palabuhanratu
Sediakan Warung Sarapan Gratis, Pria di Kota Sukabumi Ini Patut Ditiru
Ada Taman di Curug Sawer Parakansalak Kabupaten Sukabumi, Bisa Keliling Naik kuda


Kemarau Ganggu Kesenangan Warga Panenjoan Kabupaten Sukabumi

Selasa, 12 September 2017 - 17:46:13 WIB


Kemarau Ganggu Kesenangan Warga Panenjoan Kabupaten Sukabumi
© Dimas DR
Cekdam (Bendungan) Panyawangan yang biasa dimanfaatkan warga untuk memancing sekadar melepas lelah, kini kondisi airnya surut menyusul kemarau berkepanjang di daerah tersebut.

SUKABUMIUPDATE.com - Bukan saja berdampak sulitnya mendapatkan air bersih, kekeringan yang melanda wilayah Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya, juga dirasakan mulai mengganggu kesenangan sejumlah warga. Setidaknya itu yang dirasakan Ujang Deni (40 tahun), bersama kedua anaknya.

Deni yang berprofesi sebagai petani penggarap di Kampung Panenjoan, Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas ini mengaku menggarap kebun di sekitar cekdam (Bendungan) Panyawangan. Bendungan inilah yang jadi satu-satunya hiburan bagi ia, dan kedua anaknya tersebut.

BACA JUGA: Kekeringan, Masyarakat Pajampangan Kabupaten Sukabumi Manfaatkan Sungai Ciletuh

Bagi Deni, memancing merupakan kesempatan untuk melepas lelah, sekaligus bersenang-senang, usai bekerja mengurusi kebun. Selain itu, ikan yang berhasil ia tangkap pun tentunya akan jadi menu tambahan buat dirinya bersama keluarganya di tengah pendapatannya sebagai petani penggarap yang tak seberapa.

Hanya saja, kemarau yang sudah berlangsung hampir tiga bulan lamanya ini telah membuat air di bendungan tempatnya biasa memancing, surut, dan hanya menyisakan kubangan berwarna coklat di tengah bendungan tersebut.

BACA JUGA: Delapan Kecamatan Kesulitan Air Bersih, Pemkab Sukabumi Akan Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan

“Ikannya hilang, kalau airnya surut kaya gini mah. Padahal, biasanya ikannya banyak," ujar Deni, dengan logat Jampangnya yang khas, kepada sukabumiupate.com, saat disambangi Selasa (12/9/2017).

Deni menuturkan, meski tidak terlalu besar dan lebih bersifat tadah hujan, ikan di bendungan tersebut lumayan banyak. Mulai dari ikan Mujair, Mas, Lele lokal, Belut, hingga Lubang (Sidat) bisa ia dapatkan.

BACA JUGA: Atasi Kesulitan Air Bersih di Kabupaten Sukabumi, Tangki Peduli Kemanusian Diterjunkan

“kalau kering kaya sekarang, paling cuma ikan Lele yang mau makan umpan pancingnya. itu juga jarang dapat banyak," ujarnya, sambi menunjukan lima ekor ikan Lele hasil tangkapannya.

Meski tidak ada yang menanam dan mengurusi, ikan-ikan di bendungan ini cukup banyak dan beragam, jika air sedang penuh, bukan hanya Deni, dan anak-anaknya, tetapi warga lainnya pun kerap mendatangi tempat bendungan tersebut untuk memancing.

Reporter: DIMAS DR/Kontributor
Redaktur: RUDI RUSMANA
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar