Senin, 20 November 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Nasional

Pray For Garut, Inilah 17 Korban Meninggal yang Terindentifikasi
Hino Pengangkut Pasir Hantam Lima Mobil, 3 orang Meninggal 3 orang Luka
Bupati: Germas HS Mengacu kepada 12 Indikator
Tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang Ditawarkan pada Investor Asean
Diperkosa Sejak Usia 16 Tahun, Perempuan Ini Laporkan Gatot Brajamusti ke Polisi
Kronologi Kasus Pembunuhan Oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi
Diduga Dibawa Kabur Pria Kenalan di Medsos, Nur Janah (mencaricinta Illahi) Warga Sukaraja Dua Bulan Hilang
Apakah Warga Sukabumi Masih Ingat, Ada Apa dengan 4 Desember?
Belum Terima THR, Ratusan Pegawai Garmen Mogok Bekerja
Kabupaten Ini Hanya Punya Satu Unit Mobil Pemadam Kebakaran


Kelompok Bersenjata Sandera Karyawan dan Alat Berat Freeport

Minggu, 12 November 2017 - 14:06:09 WIB


Kelompok Bersenjata Sandera Karyawan dan Alat Berat Freeport
© PAPUA NEWS
Freeport.

SUKABUMIUPDATE.com - Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) telah menyandera karyawan PT Freeport Indonesia. KKB juga disebut menggunakan alat berat untuk merusak jalan menuju Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.

"Memang betul ada laporan tentang karyawan PT Freeport yang disandera KKB bersama dengan kendaraan berat jenis eskavator milik perusahaan yang kini digunakan untuk merusak jalan dari Utikini ke Banti," kata Boy, Ahad, 12 November 2017.

Boy mengatakan, saat merusak jalan, KKB itu melakukan pengawalan menggunakan senjata api agar aksi perusakan jalan terus dilakukan. Mereka menggunakan alat berat yang dikemudikan karyawan Freeport yang disandera untuk merusak jalan. Namun, Boy menyatakan, belum diketahui identitas karyawan yang disandera saat merusak jalan itu.

Selain itu, Boy mengatakan, hingga kini KKB masih membatasi aktivitas warga sipil di Desa Kimberli dan Banti, Distrik Tembagapura. "Para sandera (warga sipil) hanya diizinkan berada di sekitar lokasi, yakni di Kampung Kimberly dan Banti," tuturnya.

Polisi pun masih terus melakukan upaya persuasif agar warga desa di Tembagapura, Papua, tersebut dibebaskan dan bisa beraktivitas seperti biasa. Boy menyebut pihaknya meminta bantuan dari tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk bernegosiasi.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: NASIONAL

Berikan Komentar