Senin, 20 November 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Keluarga

Bawang Putih Efektif Sembuhkan Impotensi, Ini Pengakuan Warga Sukabumi
Wanita Sukabumi Wajib Tahu 10 Fakta Selingkuh Ini
Yava Cafe Cicurug, Menikmati Kopi dalam Ruang Multi Konsep
Salah Kaprah tentang Berendam di Air Belerang
Nama yang Paling Banyak Dipilih untuk Bayi Lelaki Sepanjang 2017
Korban Kosmetik Ilegal Serukan Kewaspadaan Pada Konsumen
Berhijab Bukan Penghalang untuk Tampil Modis dalam Balutan Busana Kerja
Hijabers Mom Community Sukabumi, Together We Share and Care
Wali Kota: Masyarakat Kota Sukabumi Hobi Belanja
Tak Cuma Seksi, Tidur Telanjang Ternyata Banyak Manfaatnya


Kata Ahli tentang Anak Kedua yang Lebih Nakal

Senin, 17 Juli 2017 - 19:53:39 WIB


Kata Ahli tentang Anak Kedua yang Lebih Nakal
© Scary Mommy
Ilustrasi anak nakal.

SUKABUMIUPDATE.com - Anak kedua atau anak tengah sering dianggap lebih nakal dibanding saudaranya yang lain. Anggapan ini sepertinya benar.

Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan para ahli ekonomi dari Massachusetts Institute of Technology (MIT). Dari penelitian tersebut diketahui bahwa anak kedua atau anak tengah lebih berisiko 25 - 40 persen terlibat masalah serius d sekolah atau berurusan dengan hukum jika dibandingkan dengan anak sulung.

Penyebabnya menurut salah seorang peneliti, Joseph Doyle adalah orang tua lebih fokus pada kebutuhan anak pertama mereka. Sedangkan ketika anak kedua lahir, fokus orang tua berkurang. 

Selain itu, anak sulung juga memiliki panutan yaitu orang dewasa. "Sedangkan anak kedua yang lahir, justru memiliki panutan kakaknya yang masih irasional dan hanya selisih dua tahun darinya," jelas Doyle. 

Meski penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan ribuan data kakak-beradik di Eropa dan Amerika, perlu diingat tidak semua keluarga menghadapi fenomena yang sama. Namun, tidak ada salahnya, orang tua lebih fokus pada tumbuh kembang setiap anak-anaknya. 

 

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar