Rabu, 18 Oktober 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 persib

Terjaring Timnas U-19, Beckham Siapkan Mental
Jamu Persija di Kandang, Ini Target Wildan
Ricko Andrean Bobotoh Sejati, Tinggalkan Pekerjaan demi Persib
Kapten PERSIB U-19 Ingin Main di Depan Banyak Penonton
Bisnis Gemilang Bobotoh Cemerlang 13 Sukabumi
Gelandang Tulehu Ini Syukuri Lancarnya Adaptasi di PERSIB U-19
Nikmati Es Krim Bareng, Viking Cibadak is Back: Wilujeng Sumping, Kang Essien
Harapan Tony Akan Bus Baru PERSIB
Kemenangan Pertama Maung Bandung di Putaran Kedua
Yandi Berduka untuk Garut dan Sumedang


Kasus Ricko Andrean, Polisi Sudah Dapatkan Lima Saksi Mata

Jumat, 28 Juli 2017 - 10:08:24 WIB


Kasus Ricko Andrean, Polisi Sudah Dapatkan Lima Saksi Mata
© Persib.co.id
Pileuleuyan Selamat jalan Rest in Pride, Ricko.

SUKABUMIUPDATE.com - Kasus meninggalnya Ricko Andrean, bobotoh Persib Bandung yang dikeroyok bobotoh lain, kini sudah ditangani kepolisian. Kapolrestabes Bandung, Komisaris Besar Polisi Drs. Hendro Pandowo M.Si berjanji akan mengusut tuntas kasus pengeroyokan itu.

Hendro menyatakan akan mempercepat proses investigasi setelah prosesi pemakaman almarhum selesai dilaksanakan. Ia menyebut, semua pelaku pengeroyokan harus mempertanggung-jawabkan perbuatannya yang menyebabkan Ricko meninggal dunia.

"Setelah proses pemakaman kita langsung mempercepat proses investigasi. Kita akan usut sampai tuntas siapa pelakunya," tegas Hendro usai melayar di kediaman almarhum, Jalan Tamim Abdul Syukut, Cicadas, Kota Bandung, Kamis.

Hendro menyatakan sudah memiliki lima saksi mata dalam kejadian yang berlangsung Sabtu lalu itu. "Semua pelaku harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Kita sudah punya lima saksi mata. Doakan semua pelaku segera tertangkap," kata dia, seperti dikutip laman resmi Persib.

Kombespol Hendro sangat menyesalkan kejadian ini. Niat Ricko melerai perkelahian yang terjadi di dalam tribun itu justru malah berujung maut bagi bobotoh berusia 22 tahun itu.

"Menurut kronologis, kejadian bermula saat almarhum berniat melerai yang sedang berkelahi. Tapi, akhirnya malah dikeroyok dan meninggal. Sangat disayangkan, niat baik malah berujung seperti itu," kata Hendro.

Ricko Andrean menjadi korban pengeroyokan bobotoh lain saat Persib melawan Persija Jakarta, 22 Juli lalu. Sempat koma selama lima hari, ia akhirnya meninggal di Bandung pada Kamis pagi.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar