Jumat, 20 Oktober 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Pelaku Pembuangan Bayi Laki-laki Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Ternyata Siswi SMK
Mengamuk dan Merusak, Satu Diamankan Tiga Orang Lainnya Dalam Pencarian Polresta Sukabumi
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa
Di Dua Lokasi Berbeda, Dua Pelajar SMK di Cibadak Kabupaten Sukabumi Jadi Korban Pembacokan
Tarkimsih Kabupaten Sukabumi Langgar Hak Pejalan Kaki
Diduga Dibuang Ibu Kandung, RS Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi Rawat Bayi Mungil
Perkosa Cucu Dua Kali Usai Nonton Film Biru, Kakek dari Ciambarjaya Kabupaten Sukabumi
Polsek Cicurug Gelar Olah TKP di PT Koin Baju Global Kabupaten Sukabumi
Tiga Rumah dan Dua Mobil Hilang Tergerus Banjir Cidolog Kabupaten Sukabumi


Karyawati PT Longvin Kabupaten Sukabumi Tewas di Kos-kosan

Senin, 12 Desember 2016 - 23:01:27 WIB


Karyawati PT Longvin Kabupaten Sukabumi Tewas di Kos-kosan
© Karimullah
Jenazah korban saat dibawah ke BLUD Sekarwangi.

SUKABUMIUPDATE.COM – Warga Kampung Susukan RT 01/01, Desa Kompa, Kecamatan Parunkuda, Kabupaten Sukabumi, Senin (12/12) malam, sekitar pukul 19.30 WIB, dikejutkan dengan kematian buruh wanita penghuni kos-kosan. Karyawati PT Longvin ditemukan tak bernyawa di dalam kamar mandi kos-kosan dengan leher terluka, dan kepala di dalam ember.

Neneng Maesaroh (24), ditemukan tak bernyawa, tergeletak di lantai kamar mandi. “Ditemukan pertama kali oleh rekan satu kos-kosan, bernama Dewi Susylawati. Karena curiga, saksi kemudian meminta pertolongan untuk melaporkan kejadian tersebut ke kita pihak kepolisian,” jelas Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Parungkuda, AKP Nursilam, kepada sukabumiupdate.com, Senin (12/12).

Dari olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, korban diduga terpeleset saat akan masuk ke kamar mandi. Leher korban terkena pinggir ember yang tajam hingga terluka dan kepalanya masuk ke dalam ember berwarna putih.

“Saat terjatuh itu lah, korban kehabisan nafas. Tenggerokannya terhentak, ke sisi ember yang lumayan tajam,” imbuhnya.

Untuk memastikan penyebab kematian, polisi membawa jenazah korban ke Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Sekarwangi untuk diotopsi. "Dugaan kuat memang terjatuh, tapi supaya lebih pasti kita tunggu hasil otopsi nanti," singkatnya.

Reporter: Karimullah/Kontributor
Redaktur: Fit NW
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK:Sukabumi

Berikan Komentar