Kamis, 17 Agustus 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

22 Tahun AQUA Ambil Air di Sukabumi Tanpa Izin
Tewas di Kolam Renang Cimalati, Pelajar SMA N 1 Parungkuda Kabupaten Sukabumi
Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Bertambah, Korban Jambret Payudara di Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
Siapa Preman di Balik Kasus Pungli Naker di Pabrik GSI Kabupaten Sukabumi?
DPRD Kabupaten Sukabumi Rekomendasikan Penutupan Sementara Pabrik Aqua
Kronologis Rusuh BBRP dan PP di Pamuruyan Kabupaten Sukabumi
Lagi, Pantai Citepus Kabupaten Sukabumi Telan Korban Jiwa
Marak Aksi Jambret Payudara, Ini Kesaksian Dua Wanita Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
BBRP dan PP Perang di Pamuruyan Cibadak Kabupaten Sukabumi


Karyawati PT Longvin Kabupaten Sukabumi Tewas di Kos-kosan

Senin, 12 Desember 2016 - 23:01:27 WIB


Karyawati PT Longvin Kabupaten Sukabumi Tewas di Kos-kosan
© Karimullah
Jenazah korban saat dibawah ke BLUD Sekarwangi.

SUKABUMIUPDATE.COM – Warga Kampung Susukan RT 01/01, Desa Kompa, Kecamatan Parunkuda, Kabupaten Sukabumi, Senin (12/12) malam, sekitar pukul 19.30 WIB, dikejutkan dengan kematian buruh wanita penghuni kos-kosan. Karyawati PT Longvin ditemukan tak bernyawa di dalam kamar mandi kos-kosan dengan leher terluka, dan kepala di dalam ember.

Neneng Maesaroh (24), ditemukan tak bernyawa, tergeletak di lantai kamar mandi. “Ditemukan pertama kali oleh rekan satu kos-kosan, bernama Dewi Susylawati. Karena curiga, saksi kemudian meminta pertolongan untuk melaporkan kejadian tersebut ke kita pihak kepolisian,” jelas Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Parungkuda, AKP Nursilam, kepada sukabumiupdate.com, Senin (12/12).

Dari olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, korban diduga terpeleset saat akan masuk ke kamar mandi. Leher korban terkena pinggir ember yang tajam hingga terluka dan kepalanya masuk ke dalam ember berwarna putih.

“Saat terjatuh itu lah, korban kehabisan nafas. Tenggerokannya terhentak, ke sisi ember yang lumayan tajam,” imbuhnya.

Untuk memastikan penyebab kematian, polisi membawa jenazah korban ke Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Sekarwangi untuk diotopsi. "Dugaan kuat memang terjatuh, tapi supaya lebih pasti kita tunggu hasil otopsi nanti," singkatnya.

Reporter: Karimullah/Kontributor
Redaktur: Fit NW
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK:Sukabumi

Berikan Komentar