Selasa, 27 Juni 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Keluarga

Wanita Sukabumi Wajib Tahu 10 Fakta Selingkuh Ini
Yava Cafe Cicurug, Menikmati Kopi dalam Ruang Multi Konsep
Salah Kaprah tentang Berendam di Air Belerang
Tiga Fashion Item Wajib Dimiliki Wanita Karir
Korban Kosmetik Ilegal Serukan Kewaspadaan Pada Konsumen
Berhijab Bukan Penghalang untuk Tampil Modis dalam Balutan Busana Kerja
Wali Kota: Masyarakat Kota Sukabumi Hobi Belanja
Siapa Lebih Pribumi di Indonesia, Cina, India, atau Arab?
Mengenal Ricin, Racun Dahsyat Pembunuh Kim Jong-nam
Hijabers Mom Community Sukabumi, Together We Share and Care


Kain Sarung akan Jadi Trend Mode 2017?

Rabu, 11 Januari 2017 - 16:08:05 WIB


Kain Sarung akan Jadi Trend Mode 2017?
© Antara
Sejumlah model memperagakan busana modifikasi sarung untuk mensosialisasikan Jabar Ngagaya 2016 Gandrung ka Sarung (Cinta Kain Sarung) pada kegiatan Hari Bebas kendaraan Bermotor di kawasan Dago, Bandung, Jawa Barat, Minggu (28/8/2016). Kegiatan Jabar Ngagaya yang akan diselenggarakan pada 3 September 2016 merupakan bentuk sosialisasi jika kain sarung bisa dibuat untuk keperluan apapun tanpa menghilangkan makna sarung itu sendiri.

SUKABUMIUPDATE.com - Kain sarung telah dilirik para perancang busana tanah air sebagai bagian dalam karya mereka. Kain yang biasa dipakai pria di Indonesia itu dirasa bisa membuat pemakainya lebih stylist

"Dalam lima tahun ini sarung digalakkan oleh timnya Ali Charisma yang kali itu masih bernaung di Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) sampai didukung Ibu Mari Elka Pangestu. Sarung is a denim. Semua orang pasti memakai dan punya.

Sarung menjadi suatu keharusan setiap orang punya dan mau pakai. Pengertian sarung boleh bebas bahan dari daerah mana aja. Asal bentuknya dijahit seperti silinder itu dinamakan sarung," ujar pengamat mode Susan Budihardjo saat dihubungi ANTARA News, Rabu (11/1). 

Selain Ali, Musa Widyatmodjo dan Tri Handoko juga menampilkan koleksi busana menggunakan sarung yang dipadu-padankan dengan denim. Sarung bahkan bisa juga dimodifikasi menjadi dress atau berbagai bentuk atasan.  

"Walau bagaimana pun kita kan harus mengikuti trend, jadi sarung traditional kan juga bisa dipakai jadi terkesan gaya. Sarung bisa jadi dress atau atasan, di drapped lalu dipadupadan dengan  baju-baju lain," tutur pemilik Lembaga Pengajaran Tata Busana Susan Budihardjo itu. 

Perancang lainnya, Phillip Iswardono memperkenalkan gaya pemakaian sarung yang longgar dan nyaman, drapery, lipat, hingga tumpuk menumpuk. 

Koleksinya dipadukan dengan material lain seperti tenun lurik, tenun Troso Jepara, tenun Goyor Sukoharjo, tenun Tanimbar dan batik Kelengan khas Jogja.

Penggunaan sarung juga bahkan tak luput dari gaya berbusana Presiden Joko Widodo. Saat melakukan kunjungan kerja ke Jawa Tengah beberapa waktu lalu misalnya, presiden mengenakan sarung warna cokelat muda berpadu jas serta peci hitam. 

Presiden juga mengenakan sarung di beberapa kesempatan, salah satunya saat tak sedang menjalankan tugas pemerintahan. 

Sumber: ANTARA
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: LIFE

Berikan Komentar