Senin, 29 Mei 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

22 Tahun AQUA Ambil Air di Sukabumi Tanpa Izin
Tewas di Kolam Renang Cimalati, Pelajar SMA N 1 Parungkuda Kabupaten Sukabumi
Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Bertambah, Korban Jambret Payudara di Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi Rekomendasikan Penutupan Sementara Pabrik Aqua
Siapa Preman di Balik Kasus Pungli Naker di Pabrik GSI Kabupaten Sukabumi?
Kronologis Rusuh BBRP dan PP di Pamuruyan Kabupaten Sukabumi
Marak Aksi Jambret Payudara, Ini Kesaksian Dua Wanita Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
BBRP dan PP Perang di Pamuruyan Cibadak Kabupaten Sukabumi
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa


Kadus Nagrak Ciracap Kabupaten Sukabumi Tarik KIP, Orangtua: Anak Saya Masih Sekolah

Jumat, 19 Mei 2017 - 11:24:09 WIB


Kadus Nagrak Ciracap Kabupaten Sukabumi Tarik KIP, Orangtua: Anak Saya Masih Sekolah
© Ragil Gilang
Ani Nuraini (7) murid Kelas I MI Cadas Ngampar yang Kartu KIP nya ditarik dengan alasan sudah keluar dari sekolah.

SUKABUMIUPDATE.com - Pasangan suami istri Abduloh (50) dan Nana (57), warga Kampung Bojongwaru RT 18/06 Desa Ciracap, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, mempertanyakan alasan penarikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) atas nama anaknya Ani Nuraini (7) murid kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah Cadas Ngampar oleh Kepala Dusun Nagrak Hendra Gunawan.

“Saya tidak ngerti dan kecewa kenapa kartu KIP anak saya diambil kembali Kadus dua minggu yang lalu, dengan alasan anak saya sudah keluar dari sekolah,” ujar Abduloh kepada sukabumiupdate.com, di kediamannya, Jumat (19/5).

Padahal, jelas Abduloh, dirinya sudah mengatakan kepada Mandor kalau anaknya baru kelas 1 MI. “Pak Mandor hanya menjawab tidak tahu, karena perintah dari atas sambal mengambil KTP dan KK,” ucapnya.

Berselang tiga hari, terang Abduloh, Mandor kembali datang ke rumah hanya untuk mengantarkan KK dan KTP tanpa Kartu KIP. “Saya curiga mau dicairkan, soalnya waktu pertama kali pencairan juga pakai foto copy KTP dan KK. Itupun tidak utuh pencairannya, saya hanya menerima Rp70 ribu sisa dari potongan hutang ke sekolah,” katanya.

Abduloh mengaku, total dana KIP yang seharusnya diterima anaknya sebesar Rp450 ribu. “ Jumlah semuanya sih Rp450 ribu, tapi ya itu bagi saya tidak apa-apa yang penting kartu KIP kembali lagi. Kalau pun tidak kembali  juga, harus ada kejelasan dan alasan yang tepat,” katanya.

BACA JUGA:

Hari Ini, 1.000 Pelajar SD Kabupaten Sukabumi Terima Kartu Identitas Anak

PMI Kabupaten Sukabumi Salurkan Bantuan untuk MTs Halimun Kabandungan

Sementara itu, Ibunda Ani, Nana  atau yang akrab disapa Tiam mengakui, jika dirinya memang memberikan Kartu KIP, KK dan KTP. “Ya alasannya pak Mandor, anak saya sudah keluar sekolahnya,” ucapnya singkat.

Sementara itu Kepala Dusun Nagrak, Hendra Gunawan saat dikonfirmasi mengakui jika dirinya mengambil Kartu KIP atas perintah Burhan Pegawai Seksi Kesejahteraan Sosial (Kesos) Kecamatan Ciracap.

“Saya disuruh oleh Pak Burhan, Kesos dari Kantor Kecamatan Ciracap. Ada lima yang diambil di Dusun Nagrak, begitu juga dengan kadus lainnya,” aku nya.

Dijelaskan Hendra, alasan diambilnya Kartu KIP karena data anak-anak tersebut sudah keluar dari sekolah dan temuan dilapangan  ada data ganda. “Penarikannya hari Sabtu dan Minggu tanggal 29-30 April lalu, disetor ke desa lalu ke kecamatan tanggal 2 Mei. Saya hanya melaksanakan tugas saja,” pungkasnya. 

Reporter: RAGIL GILANG/Kontributor
Redaktur: HERRY FEBRIANTO
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar