Senin, 20 November 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Ekonomi

DPC GSBI Sukabumi: UMK Tahun 2018 Dipastikan Naik 8,71 Persen
APBD Kabupaten Sukabumi Rp3,161 T, Ini Komposisinya
Ini Cara Ribuan Karyawan PT Muara Tunggal Kabupaten Sukabumi Tolak Rentenir
Disedot Online, Penumpang Angkutan Umum di Kota Sukabumi Berkurang Hingga 80 Persen
Di Sukabumi, si Pleci Bisa Seharga Motor Sport
Anda Perlu Ayam Kampung? Datanglah ke Cicantayan Kabupaten Sukabumi
Mengintip Masa Depan Jampang dari Secangkir Kopi
Seluruh Tol Bocimi Ditargetkan Selesai 2019
Kisah Pelipur Lara di Gang Lipur Kota Sukabumi
Dari Nyalindung Menuju Pasar Teh Dunia


Jokowi Dipuji Mike Pence Soal Kebijakan Investasi RI

Jumat, 21 April 2017 - 18:09:52 WIB


Jokowi Dipuji Mike Pence Soal Kebijakan Investasi RI
© Houston Chronicle
Presiden Indonesia Jokowi berbincang dengan Wakil Presiden Amerika Serikat Micahel Pence.

SUKABUMIUPDATE.com - Wakil Presiden Amerika Serikat Michael R. Pence mengakui adanya hambatan bagi perusahaan Amerika Serikat yang ingin berinvestasi di Indonesia. Meski begitu, ia mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo dalam meminimalkan hambatan untuk berinvestasi di Indonesia.

Pence menyebutkan beberapa hambatan bisnis di Indonesia, seperti minimnya transparansi dan kurang perhatiannya pemerintah pada industri manufaktur. "Kami apresiasi upaya Presiden Joko Widodo dalam menyusun regulasi kemudahan berbisnis," ucap Pence di Hotel Shangri-La, Jakarta, Jumat (21/4).

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong mengatakan pemerintah tengah menyiapkan deregulasi untuk kemudahan bisnis di Indonesia. "Sekarang pilkada sudah lewat, pemerintah bisa berfokus pada reformasi ekonomi lagi," ujar Thomas. Tujuannya adalah mengurangi hambatan di bidang investasi dan perdagangan.

Presiden Jokowi, tutur dia, sudah berkali-kali menekankan masih banyaknya aturan terkait dengan perizinan berinvestasi. Menurut dia, perlu adanya keterbukaan, kerja sama, dan kompetisi. "Kita harus turunkan barrier, bukan hanya untuk Amerika, melainkan untuk semua, juga buat industri lokal," kata Thomas.

Hari ini, Pence serta Wakil Presiden Jusuf Kalla menyaksikan penandatanganan kerja sama bisnis dan investasi senilai lebih US$ 10 miliar. Pence menilai kerja sama ini akan memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Amerika.

Penandatanganan melibatkan beberapa perusahaan, seperti dalam kerja sama antara Applied Materialis dan PT PLN, Exxon Mobil dengan Pertamina, antara Greenbelt Resources dan Jababeka Infrastructure, Lookheed Martin dengan TNI Angkatan Udara di bidang persenjataan, serta antara Honeywell dan PT Dirgantara Indonesia.

Ada juga kerja sama antara General Electric dan PLN, Nextgen dengan Samarinda Municipality, antara Powerphase dan PT Indonesia Power/PT Pembangkitan Jawa Bali, Ormat dengan PLN, serta antara Pacific Infra Capital dan PLN.

Pence menuturkan hubungan perdagangan Indonesia dengan Amerika perlu diperluas untuk menambah lapangan dan kesempatan kerja. "Kami akan membuat solusi yang win-win untuk kedua negara dan rakyatnya," kata Pence.

 

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: Ekonomi

Berikan Komentar