Kamis, 17 Agustus 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Desaku

Terinspirasi The Raid, Pemuda Surade Produksi Film
Sistem ZIS Desa Nanggerang Kabupaten Sukabumi Jadi Percontohan Lazisnu Indonesia
Jembatan Unik di Jampang Tengah, Bisa Dibongkar Pasang Dalam Satu Hari
Tahun ini, Ada 71 Pilkades Serentak di Kabupaten Sukabumi
Pemuda Cipanggulaan Kecamatan Parungkuda Sulap Masalah Jadi Berkah
Keren, Desa Sukaraja Kabupaten Sukabumi Dibuatkan Film Dokumenter oleh Kemensos
Mengintip Usaha Arang Batok Kelapa Cibolangkaler
Sejak Indonesia Merdeka, Jalan Cibangkong Belum Pernah Diaspal
250 Warga Miskin Nagrak Utara Kabupaten Sukabumi Dapat KK Gratis
47 Desa di Kabupaten Sukabumi Jadi Percontohan


Jembatan Unik di Jampang Tengah, Bisa Dibongkar Pasang Dalam Satu Hari

Kamis, 13 Oktober 2016 - 09:01:22 WIB


Jembatan Unik di Jampang Tengah, Bisa Dibongkar Pasang Dalam Satu Hari
© Rozak Daud/Kontributor
Jembatan Cijiwa hasil karya dan swadaya warga Nangerang, Jampang Tengah.

SUKABUMIUPDATE.COM – Kemandirian warga Kampung Cijiwa, Desa Nangerang, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi patut mendapat acungan jempol, karena tak hanya jembatan, jalan setapak, dan pesantren pun diperbaiki secara swadaya.

Untuk jembatan penghubung antara Desa Nangerang, Kecamatan Jampang Tengah dengan Desa Neglasari, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, selain unik dan kokoh, jembatan bambu tersebut memiliki kisah perjuangan warga yang luar biasa.

Memiliki panjang 30 meter dan lebar satu meter, jembatan tersebut 100 persen karya warga Kampung Cijiwa. Biaya pembangunannya sendiri swadaya murni masyarakat, alias tanpa bantuan pemerintah.

Uniknya, setiap delapan bulan, jembatan ini dibongar dan dipasang kembali dalam waktu satu hari, agar tidak menganggu aktifitas warga.

"Ini kami bangun murni swadaya masyarakat dengan sukarela atas dasar kesadaran dan kebutuhan terhadap akses untuk kegiatan masyarakat sehari-hari, baik perekonomian maupun pendidikan," ungkap Doli (58) Ketua RT 26/06, Desa Nangerang.

Menurut Doli, material jembatan seperti bambu dan tali dari ijuk pohon aren sudah disiapkan sepekan sebelumnya. Warga biasanya memilih hari libur untuk proses pengantian material jembatan, agar bisa dikerjakan secara gotong royong dalam waktu satu hari.

“Ini sudah menjadi kegiatan rutin warga Cijiwa setiap delapan bulan sekali. Karena kekuatan bambu itu kan hanya sepuluh bulan, sehingga kami jadwalkan rutin per delapan bulan harus diganti sebagai antisipasi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Warga, menurut Doli tetap berharap pemerintah daerah bisa membangunkan jembatan permanen yang lebih kokoh dan kuat, sehingga aktifitas warga dari kedua desa bisa benar benar lancar.

"Tapi dari pada hanya menunggu tanpa kepastian, warga memilih untuk membangun jembatan ini walaupun tanpa bantuan pemerintah,” tegasnya.

Bukan hanya jembatan, jalan penghubung sepanjang dua kilometer, pengerasannya dan rabat betonnya juga hasil swadaya warga. “Kami juga sedang persiapan untuk membantu pembangunan asrama putri untuk pesantren,” pungkas Doli.

Reporter: ROZAK DAUD/kontributor
Redaktur: FIT NW
Penyunting: KHOLFI AULADI
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK:

Berikan Komentar