Sabtu, 25 November 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Pilkada

Syarief Hasan Bantah Inggrid Mencalonkan di Pilkada Kota Sukabumi
Jelang Pilkada Kota Sukabumi Andri Hamami Nyebrang ke Demokrat, Benar atau Hoax?
Maju di Pilkada Kota Sukabumi, Mulyono Siapkan Dua Skenario
Hujan Jadi Saksi RESMI Menjemput Takdir Kemenangan Fahmi di Pilkada Kota Sukabumi 2018
Sah, Koalisi Masagi PAN-PPP di Pilkada Kota Sukabumi 2018
Yuk Ikutan Lomba Maskot Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi 2018
Dari Satu Mobil Muncul Wacana Koalisi Partai Merah, Kuning, Hijau di Pilkada Kota Sukabumi
Kunjungi Sukabumi, Syaikhu Beberkan Empat Partai Besar Koalisi di Pilgub Jabar
Tunggu 15 Oktober, Ribka Bicara Peluang Hanafie Melawan Kader Banteng di Pilkada Kota Sukabumi
100 Persen Diusung Demokrat di Pilkada Kota Sukabumi, Andri: Saya Belum Tahu


Jelang Pilkada Kota Sukabumi Andri Hamami Nyebrang ke Demokrat, Benar atau Hoax?

Jumat, 28 Juli 2017 - 13:11:45 WIB


Jelang Pilkada Kota Sukabumi Andri Hamami Nyebrang ke Demokrat, Benar atau Hoax?
© Herry Febrianto
Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PD Muhammadiyah Sukabumi, Yana Fajar Basori.

SUKABUMIUPDATE.com - Tiga opsi pasangan calon (Paslon) yang dipersiapkan DPC Partai Demokrat Kota Sukabumi hingga memunculkan nama Andri Setiawan Hamami, guna mengantisipasi kemungkinan maju tidaknya Mohamad Muraz di Pilkada 2018 menjadi pertanyaan berbagai pihak. 

Seperti diberitakan sukabumiupdate.com, sebelumnya, Ketua Bidang Humas dan Publikasi DPC Partai Demokrat Kota Sukabumi, Aldo Andreas Darmawan menyebutkan opsi pertama yakni Mohamad Muraz tetap akan disandingkan dengan dengan Achmad Fahmi jika memutuskan kembali maju mencalonkan di Pilkada. Sehingga peluang Mufakat Jilid II kembali terjadi di Kota Sukabumi. 

BACA JUGA: Akui Andri Sosok Berpengalaman, PKS: Terbuka Lebar Peluang FAHAM di Pilkada Kota Sukabumi

Sementara opsi kedua, Mohamad Muraz- Andri Setiawan Hamami (MANDIRI). Namun jika tidak mencalonkan kembali, lalu opsi ketiga Partai Demokrat akan mengusung pasangan Achmad Fahmi-Andri Hamami (FAHAM).

Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sukabumi, Yana Fajar Basori menilai, idealnya Partai Demokrat harus mengusung kader internalnya. Kecuali selama lima tahun berkuasa tidak mempersiapkan calon untuk maju di Pilkada.

BACA JUGA: Keseriusan Sekda Maju di Pilkada Kota Sukabumi Dipertanyakan

“Apa karena kaderisasi partai yang mandek hingga, muncul orang-orang lama,” ujar Yana, Jumat (28/7).

Yana justru mempertanyakan munculnya nama Andri yang notabene merupakan kader Golkar dalam tiga opsi yang dipersiapkan Partai Demokrat dan bukan Jona Arizona sebagai Ketua DPD Golkar Kota Sukabumi.

 

“ Kita analisa yang tampak dipermukaan secara nyata jika Ketua Golkar adalah Jona, lalu apa yang menyebabkan nama Andri begitu kuat muncul. Atau mungkin mereka (Andri-Demokrat-red) sudah sepakat, itu hak mereka,” katanya.

BACA JUGA: Isu Hangat Pasar Pelita Jelang Pilkada Kota Sukabumi, Asep Deni: Sasaran Pesaing Lemahkan Incumbent

Menurut Yana, Andri dan Jona pernah sama-sama kalah di Pilkada 2013. Lalu sekarang tiba-tiba muncul nama Andri dalam tiga opsi calon yang dipersiapkan Partai Demokrat. “Jangan-jangan opsi tersebut hanya berita hoax,” katanya.

Yana tidak menampik, jika dalam pengambilan keputusan politik dipengaruhi dari kalangan internal dan eksternal partai. "Tidak percaya jika Demokrat mendorong kader yang lain, karena logika kekuasaan senantiasa menciptakan situasi keberlanjutan kekuasaannya. Karena itu , kader internal menjadi niscaya," pungkasnya.

Redaktur: HERRY FEBRIANTO
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar