Senin, 21 Agustus 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Keluarga

Wanita Sukabumi Wajib Tahu 10 Fakta Selingkuh Ini
Yava Cafe Cicurug, Menikmati Kopi dalam Ruang Multi Konsep
Salah Kaprah tentang Berendam di Air Belerang
Kondom Perempuan, Kisah dan Cara Menggunakannya
Nama yang Paling Banyak Dipilih untuk Bayi Lelaki Sepanjang 2017
Tiga Fashion Item Wajib Dimiliki Wanita Karir
Korban Kosmetik Ilegal Serukan Kewaspadaan Pada Konsumen
Berhijab Bukan Penghalang untuk Tampil Modis dalam Balutan Busana Kerja
Wali Kota: Masyarakat Kota Sukabumi Hobi Belanja
Hijabers Mom Community Sukabumi, Together We Share and Care


Jangan Terlalu Lama Berselancar di Facebook

Selasa, 18 April 2017 - 20:50:02 WIB


Jangan Terlalu Lama Berselancar di Facebook
© Bagea Awi
Ilustrasi SU.

SUKABUMIUPDATE.com - Paling tidak anda mungkin membutuhkan waktu satu jam untuk menikmati apa yang disuguhkan di beranda Facebook. Foto dengan keterangan lucu atau berita seputar teman-teman SMA misalnya, bisa jadi menarik perhatian anda. Selanjutnya, setelah menutup Facebook, Anda pun kembali kesepian.

Kondisi ini membuat prihatin sejumlah peneliti yang hasil studinya tercantum di American Journal of Epidemiology. Para peneliti menggunakan tiga sumber data berbeda dari 5.208 orang yang tergabung dalam survei Gallup Panel Social Network Study. Ketiga sumber datanya sama-sama menggunakan Facebook sebagai tolak ukur.

Penemuannya bukan sesuatu yang mengejutkan, para peneliti dapat dengan mudah menyimpulkan bahwa penggunaan Facebook dengan tidak bijak dapat menyebabkan seseorang menjadi kurang percaya diri.

Durasi berselancar di Facebook juga menjadi faktor yang dapat membentuk pribadi seseorang. Semakin lama menggunakan Facebook, anda akan merasa seperti orang yang kurang beruntung, tidak berguna dan berbagai kekurangan lainnya. 

Untuk setiap likes yang ditujukan pada konten atau unggahan seorang teman di Facebook, akan memicu anda untuk mengetahui hal lain tentang orang tersebut. Tanpa anda sadari, secara otomatis anda akan membuka tautan lain atau 
membaca satu per satu status yang sudah diunggah olehnya.

Hal tersebut tentu tidak akan terjadi dikehidupan nyata. Interaksi antar individu membuat seseorang merasa lebih dihargai, lebih baik, sekaligus lebih berguna bagi lingkungan. 

“Saat anda berharap mendapatkan like dari teman-teman di Facebook, di saat yang sama anda justru merasa iri karena membandingkan diri anda dengan unggahan oleh orang lain yang belum tentu benar.” ujar para peneliti seperti dilansir Harvard Business Review.

Dengan kata lain, kuantitas menjadi jauh lebih penting daripada kualitas saat memanfaatkan Facebook sebagai media untuk memperkaya ilmu. Semakin banyak media sosial yang anda gunakan, rasa percaya diri yang anda miliki 
lama kelamaan akan memudar, karena anda sibuk membandingkan diri dengan orang lain.

Namun, tidak semua pengguna Facebook seperti demikian. Ada pula pengguna yang cukup bijak terkait unggahan orang lain. Pada dasarnya, memang tidak ada satupun orang yang ingin mengumbar keburukan atau kekurangannya. 

Oleh sebab itu, jangan mudah percaya dan terpengaruh terhadap unggahan orang lain. Apa yang dibagikan orang lain di dunia maya bisa jadi merupakan hal-hal yang sudah disortir terlebih dahulu.  Sehingga menimbulkan kesan bahwa kehidupannya 
sempurna. 

Tanamkan dalam benak anda bahwa unggahan di dunia maya merupakan usaha mereka untuk menutupi kekurangan yang terjadi di dalam hidupnya. 

 

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK:Tips LIFE

Berikan Komentar