Jumat, 21 Juli 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sainstek

Robot Seks Harmony Harganya Setara Mobil LCGC di Indonesia
Hujan Es di Bandung, Ini Perbedaannya dengan Salju
Remaja 19 Tahun Ini Raup Ratusan Juta Sebagai Gamer Profesional
Headphone Beat Meledak di Wajah, Apple Tolak Beri Kompensasi
Kembangkan Pesawat Jet, Honda Habiskan 1 Miliar Dolar AS
Mahasiswa Unibraw Kembangkan Alat Pendeteksi Kualitas Udara
Dua Alasan Nokia 3310 Klasik Tidak Berfungsi di AS
Samsung Galaxy S8 Dikabarkan Dilengkapi Fitur Pengenal Wajah
Hadapi Ransomware WannaCry, Jangan Hanya Andalkan Antivirus
Hindari Mengunggah 6 Hal Berikut di Facebook


Jangan Remehkan Ransomware Petya, Cara Infeksinya Sungguh Hebat

Kamis, 29 Juni 2017 - 07:13:41 WIB


Jangan Remehkan Ransomware Petya, Cara Infeksinya Sungguh Hebat
© The Indian Express
Ilustrasi serangan virus Ransomware Petya pada sebuah komputer kantor.

SUKABUMIUPDATE.com - Setelah WannaCry, sekarang ransomware Petya menyerang jaringan komputer global. Virus ini mulai menyerang sejak, Selasa pagi.

Seperti dilansir laman berita Reuters, Rabu, 28 Juni 2017, sudah banyak yang menjadi korban. Di antaranya, yaitu perusahaan minyak di Rusia, bank-bank di Ukraina, pabrik cokelat di Australia, dan perusahaan pengelola peti kemas di India.

Jaringan sistem komputer tersebut lumpuh. Agar bisa mengaktifkannya kembali perusahaan harus membayar tebusan sebesar US$ 300, atau setara Rp 4 juta.

"Serangan siber dapat menghancurkan kita dengan mudah ketimbang serangan militer secara fisik," ucap bos perusahaan keamanan digital Secure Ideas, Kevin Johnson.

Seperti WannaCry, ransomware Petya alias GoldenEye ini mengunci akses ke data apapun pada komputer yang menggunakan sistem operasi Windows.

Menurut Johnson, seluruh komputer Windows bisa berpotensi terinfeksi ransomware Petya. Termasuk, kata dia, komputer yang sudah diupdate. Dia menjelaskan, virus ini masuk melalui WMIC (Windows Management Instrumentation Command Line) dan PSEXEs, penghubung ke jaringan Internet untuk Windows.

Ransomware Petya hanya butuh satu komputer yang punya akses administrator untuk masuk ke dalam jaringan. Selain itu, virus ini juga bisa menyebar melalui e-mail phising.

Namun, menurut dia, jangan terlalu banyak berharap dengan antivirus meski sudah update. Sebab, ransomware Petya akan selalu mengubah dirinya agar menghindari deteksi. "Yang penting adalah selalu backup data Anda," ujar Johnson.

Dalam dua hari ini, di media sosial Twitter banyak orang yang mengunggah foto komputer mereka yang terinfeksi.

Teks yang ditampilkan hacker berbunyi begini, "Jika Anda melihat ini, file Anda sudah tidak bisa diakses kembali. Tapi jangan buang waktu Anda untuk memulihkan file karena tak ada yang bisa selain kami."

Salah satu korban ransomware Petya adalah perusahaan kilang minyak milik Rusia, Rosneft. "Kami diserang dua jam yang lalu, kami harus mematikan semua komputer agar virus tidak semakin menyebar," kata juru Kyivenergo Power Company. "Kami menunggu izin dari Dinas Keamanan Ukraina (SBU) untuk mengaktifkannya kembali."

Ada laporan bahwa hacker juga menyerang Bank Nasional Ukraina (NBU) dan Oschabank menggunakan Petya. Selain itu, ada juga perusahaan raksasa di dunia yang dikabarkan diserang Petya. Juga, pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl.

 

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: SAINSTEK

Berikan Komentar