Kamis, 29 Juni 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Desaku

Terinspirasi The Raid, Pemuda Surade Produksi Film
Sistem ZIS Desa Nanggerang Kabupaten Sukabumi Jadi Percontohan Lazisnu Indonesia
Jembatan Unik di Jampang Tengah, Bisa Dibongkar Pasang Dalam Satu Hari
Pemuda Cipanggulaan Kecamatan Parungkuda Sulap Masalah Jadi Berkah
Sejak Indonesia Merdeka, Jalan Cibangkong Belum Pernah Diaspal
Keren, Desa Sukaraja Kabupaten Sukabumi Dibuatkan Film Dokumenter oleh Kemensos
250 Warga Miskin Nagrak Utara Kabupaten Sukabumi Dapat KK Gratis
47 Desa di Kabupaten Sukabumi Jadi Percontohan
Soal ZIS, Pemkot Bandung Berguru ke Nangerang Kecamatan Cicurug
Jalan Cigenduk Jampang Tengah Jadi Kubangan Kerbau


Jalan Cigenduk Jampang Tengah Jadi Kubangan Kerbau

Rabu, 12 Oktober 2016 - 16:20:21 WIB


Jalan Cigenduk Jampang Tengah Jadi Kubangan Kerbau
© Rozak Daud
caption, Kondisi Jalan Cigenduk, Kecamatan Jampantengah

SUKABUMIUPDATE.COM - Jalan di Kampung Cigenduk, RT 17/03, Kedusunan 03 Ciawitali, Desa Nangerang, Kecamatan Jampang Tengah, tidak beda dengan kubangan lumpur untuk kerbau di sawah, karena kondisinya rusak parah, sehingga sulit dilewati kendaraan bermotor.

Jalan ini sebenarnya pernah dilakukan pengaspalan pada tahun 2012 lalu, namun karena setiap hari menjadi lintasan mobil angkutan kayu gelondongan dengan muatan melebihi kapasitas, sehingga akses jalan ini cepat rusak. Bahkan nampak seperti belum pernah dibangun. 

"Kondisinya sudah rata dengan sawah sehingga aspal yang dulu pernah dibangun hanya tinggal sebatas cerita," ungkap warga Desa Nangerang, Muhamad Abdilah (29). 

Kendaraan truk bermuatan kayu, baik milik perorangan maupun Perum Perhutani (salah satu badan usaha milik negara-red) setiap harinya melintasi jalan tersebut menuju ke Jalan Raya Bojongjengkol. Namun, sayangnya pemerintah tidak tegas untuk menertibkan kendaraan yang muatannya melebihi kapasitas tersebut.

Lanjut Abdilah, seharusnya pemerintah juga tegas untuk mengawasi kapasitas muatan kendaraan dan harus sesuai dengan kelas jalan, sehingga jalan bisa terawat dengan baik dan bisa dimanfaatkan lebih lama oleh masyarakat. 

"Jangan karena kepentingan usaha bagi segelintir orang, masyarakat kecil yang kena imbasnya. Kalau truk itu lewat kan untuk urusan bisnis mereka, sementara masyarakat menggunakan jalan ini untuk kepetingan hidup sehari-hari," terang Abdilah.

Reporter: ROZAK DAUD/kontributor
Redaktur: AA ROHMAN
Penyunting: FIRMAN KURNIAWAN
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK:

Berikan Komentar