Jumat, 22 September 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sainstek

Kiamat 23 September Diklaim Numerologis Berdasarkan Alkitab
Robot Seks Harmony Harganya Setara Mobil LCGC di Indonesia
Kronologi Temuan Harimau Jawa di Ujung Kulon
Hujan Es di Bandung, Ini Perbedaannya dengan Salju
Remaja 19 Tahun Ini Raup Ratusan Juta Sebagai Gamer Profesional
Kembangkan Pesawat Jet, Honda Habiskan 1 Miliar Dolar AS
Mahasiswa Unibraw Kembangkan Alat Pendeteksi Kualitas Udara
Mahasiswa Surabaya Bikin Alat Pengisi Biogas ke Tabung Melon
Headphone Beat Meledak di Wajah, Apple Tolak Beri Kompensasi
Hadapi Ransomware WannaCry, Jangan Hanya Andalkan Antivirus


Jadi Google Doodle, Ini Jasa Eva Ekeblad bagi Dunia Kuliner

Senin, 10 Juli 2017 - 16:08:42 WIB


Jadi Google Doodle, Ini Jasa Eva Ekeblad bagi Dunia Kuliner
© alchetron.com
Eva Ekeblad.

SUKABUMIUPDATE.com -  Google Doodle hari ini, Eva Ekeblad, adalah agronomis dan bangsawan Swedia yang menemukan cara mengekstrak pati dari kentang. Hal ini membuka jalan bagi kue bebas gluten dan alkohol, seperti vodka, minuman keras dan anggur kentang.

Ekeblad, yang lahir di Stockholm, Swedia, pada 10 Juli, 1724, akan merayakan ulang tahun ke-293 hari ini dan Google telah menciptakan Doodle untuk menghormatinya.

Siapa Eva Ekeblad? Ekeblad adalah wanita pertama yang diakui Royal Swedish Academy of Sciences untuk penemuannya tentang bagaimana menggunakan kentang untuk membuat tepung dan alkohol.

Kentang pertama kali tiba di Swedia pada 1658, tapi selama satu abad hanya tersedia untuk kaum bangsawan. Sebelum penemuan Ekeblad ini, kentang tidak dianggap layak untuk makanan manusia, tetapi diperuntukkan bagi hewan.

Ekeblad menanam sendiri kentang-kentang tersebut dan mulai bereksperimen, setelah mendengar bahwa di Jerman tanaman itu telah digunakan untuk membuat minuman beralkohol. Pada tahun 1746, Ekeblad menemukan bahwa sayuran langka itu bisa dimasak, hancur dan dikeringkan untuk membuat sebentuk tepung.

Pada usia 24 ia mengirim temuannya ke Royal Swedish Academy of Sciences dan menjadi wanita pertama yang diakui lembaga itu. Penemuan ini membantu mengatasi krisis pangan di Swedia, menyiapkan sereal tradisional untuk makanan karena dapat digunakan untuk membuat alkohol.

Hal itu terjadi pada suatu waktu ketika Swedia mengalami kekurangan sereal, seperti gandum dan barley, yang diperlukan pasokan makanan dan alkohol negara itu. Temuan itu juga berkontribusi terhadap lonjakan konsumsi alkohol.

Sayuran itu tidak akan menjadi makanan pokok umum di Swedia hingga kemudian pada abad ke-19, sekitar waktu yang sama makanan itu mulai menonjol dalam masakan Inggris dan mendasari kemajuan ekonomi dan Revolusi Industri.

 Setelah kematian Eva Ekeblad pada tahun 1786, Royal Swedish Academy of Sciences tidak memilih wanita lain hingga tahun 1951.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: SAINSTEK

Berikan Komentar