Jumat, 20 Oktober 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Pakansi

Bakso Kuburan Mantan, Kuliner Mengejutkan dari Eks TKI Asal Sukabumi
Curug Sawer, Tak Ada Tempat Seperti Ini
Mitos Ki Hamali di Balik Keindahan Curug Cikaso
Ini Sungai Terpendek di Sukabumi, Mungkin Juga di Indonesia, Bahkan Dunia
Pantai Ujung Genteng Segera Miliki Masjid Terapung
Dapoer Mang Boel, Tongkrongan Hits Remaja Sukabumi
Curug Banteng, Kabupaten Sukabumi, Pilihan Wisata Akhir Pekan
Mitos Kamar 308 Inna Beach Hotel Palabuhanratu
Sediakan Warung Sarapan Gratis, Pria di Kota Sukabumi Ini Patut Ditiru
Mau Tahu Jika Curug Cikaso Kabupaten Sukabumi Ngamuk? Sekarang Saatnya


Iwung Bitung Surade Kabupaten Sukabumi Dipercaya Bisa Obati Kolesterol

Sabtu, 11 Maret 2017 - 12:14:15 WIB


Iwung Bitung Surade Kabupaten Sukabumi Dipercaya Bisa Obati Kolesterol
© Ragil Gilang
Warga mengolah iwung.

SUKABUMIUPDATE.com – Makanan yang satu ini diambil dari tunas pohon bambu atau lazim dikenal dengan rebung. Namun rebung kali ini diambil bukan sembarang bambu, makanan ini dari tunas bambu jenis besar. Masyarakat Jawa Barat menyebutnya Iwung Awi Bitung dalam bahas latin dendrocalamus asper

Selain diolah menjadi makanan, Iwung Bitung dipercaya warga Kampung Sukamaja, Desa Pasir Ipis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, mampu menurunkan kadar kolesterol. Iing (60), menyebutkan, untuk mengobati kolesterol, cukup mengkonsumsi air hasil rebusan iwung bitung secara rutin. “Tiga kali dalam sehari. Insha Allah kolesterol akan turun,” ujar Iing warga Kampung Sukamaja RT 04/09, Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, kepada sukabumiupdate.com Sabtu (11/3).

Sedangkan untuk olahan makanan, ujar dia, biasanya disajikan sebagai sayur lodeh, lalapan dan sayur bening. “Iwung ini biasanya disajikan bagi tamu khusus, orang yang dihormati, serta orang yang sedang menderita penyakit tertentu. Dan sangat lazim disajikan pada saat bulan Mulud,” tambah Iing.

BACA JUGA:

Sayur Jantung Pisang Kole, Hidangan Lezat dari Hutan Gunung Gede Kabupaten Sukabumi

Sebelum diolah menjadi makanan, biasanya rebung atau iwung diambil dari tunas berukuran 50 centimeter. Tunas kemudian dibersikan dari kelopaknya, dan di iris tipis sesuai kehendak. Setelah dicuci, lazimnya sebelum diolah mejadi makanan lezat, iwung tersebut di kukus beberapa menit dan langsung bisa dikomsumsi.

Iwung, bukan hanya sebagai makanan. Bagi warga di sana, Iwung memiliki sejarah tersendiri pada zaman penjajahan belanda. Berkat Iwung ini, kata AA Soleh (37), warga lainnya, penjuang kemerdekaan tidak mengalami kelaparan. Para tetua sebelumnya, ujar dia, selalu berpesan agar melestarikan bambu ini agar tidak punah.

“Bahkan, pohon bambu ini melindungi para pejuang dari kejaran tentara Belanda,” ujar  Soleh.

Reporter: RAGIL GILANG/Kontributor
Redaktur: RONY M SAMOSIR
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar