close [x]
Sabtu, 25 Februari 2017 - WIB Kota SukabumiHujan Sedang, 23 - 32 °C
KURS $ : Jual: 13.280 Beli: 13.110
Follow Us:

Inilah Sosok Nyai “Urut” yang Anaknya Sukses Raih IPK 3,8 di UNPAD

Minggu, 31 Juli 2016 - 20:41:37 WIB


Inilah Sosok Nyai “Urut” yang Anaknya Sukses Raih IPK 3,8 di UNPAD
© Nata Rinaldi Putri / SukabumiUpdate.com
Nyai, perempuan 60 tahun warga kampung Babakansirna RT 04/13 Kelurahan dan Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi yang Anaknya Sukses Raih IPK 3,8 di UNPAD.

SUKABUMIUPDATE.COM  –  Demi pendidikan anak apapun akan dilakukan, mungkin itu juga yang ada dibenak Nyai, perempuan 60 tahun warga kampung Babakansirna RT 04/13 Kelurahan dan Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi. Nyai harus banting tulang menjadi seorang tukang urut panggilan demi mewujudkan pendidikan anak anaknya.

Menjadi warga yang masuk kategori kalangan bawah menjadikan Nyai bermimpi ingin semua anak anaknya sukses baik dalam pendidikan maupun kehidupan mereka masing masing. Ditemui di rumahnya yang sangat sederhana, Nyai memulai kisahnya mengumpulkan rupiah setiap hari dari upah pijak atau urut.

Nyai sadar jika hanya mengandalkan upah Dadang suaminya yang bekerja di toko kelontongan di pusat perdagangan cibadak, kebutuhan untuk  biaya pendidikan anak anaknya cukup berat. “Saya memiliki kemampuan memijat dari orang tua saya dulu, dan saya gunakan untuk mencari uang,” jelas Nyai.

Promosi  dari mulut kemulut dari tetangga dan kenalan yang pernah diurut membuat nama Nyai cukup popular dikalangan warga Cibadak dan sekitarnya. Jasa urut kebugaran bu Nyai pun menjadi salah satu sumber pendapatan keluarga ini, dan modal membiayai seluruh pendidikan keempat anaknya.

“Alhamdulah dari anak pertama sampai hingga ke empat semua berprestasi,” ungkap Nyai. Hati Nurani anak keduanya adalah salah satu siswa berprestasi di kabupaten Sukabumi mulai dari Sekolah Dasar hingga bias berkuliah di UNPAD dengan beasiswa Jurusan perikanan dengan Ipk 3,8.

Tak hanya bagi keluarga, Nyai ternyata memiliki citra yang cukup baik dimata tetangga dan warga sekitarnya. Kejujuran Nyai membuat ia mendapat kehormatan untuk mengelolah bantuan dana bergulir dari Kementrian Sosial, dengan membuka warung kecil kecilan di rumahnya.

Dengan menjadi pengelolah Kelompok Usaha Bersama atau Kube Seroja di kampungnya, Nyai bertanggung jawab mengembangkan keuangan warga melalui RT dan RW dari keuntungan yang didapat dari transaksi warung. “ Saya adalah kader keluarga harapan yang memiliki impian semua anak anak di desa kami bias mengenyam pendidikan yang baik,” tutup Nyai.(*)

Reporter: Nata Rinaldi Putri
Berikan Komentar


Rekomendasi untuk Anda

Padi Organik Kabupaten Tasikmalaya Tembus Pasar Eropa
Promoted Content

Padi Organik Kabupaten Tasikmalaya Tembus Pasar Eropa