Kamis, 25 Mei 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

22 Tahun AQUA Ambil Air di Sukabumi Tanpa Izin
Tewas di Kolam Renang Cimalati, Pelajar SMA N 1 Parungkuda Kabupaten Sukabumi
Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Bertambah, Korban Jambret Payudara di Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi Rekomendasikan Penutupan Sementara Pabrik Aqua
Siapa Preman di Balik Kasus Pungli Naker di Pabrik GSI Kabupaten Sukabumi?
Kronologis Rusuh BBRP dan PP di Pamuruyan Kabupaten Sukabumi
Marak Aksi Jambret Payudara, Ini Kesaksian Dua Wanita Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
BBRP dan PP Perang di Pamuruyan Cibadak Kabupaten Sukabumi
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa


Ini Moda Transportasi Warga Cirengrang Kabupaten Sukabumi

Rabu, 12 April 2017 - 13:38:36 WIB


Ini Moda Transportasi Warga Cirengrang Kabupaten Sukabumi
© Ragil Gilang
Engkreg, moda transportasi warga Cirengrang

SUKABUMIUPDATE.com - Untuk mengangkat hasil bumi dan barang lainnya, warga di Kampung Cirengrang, Kedusunan Cimanggu, Desa Rambay, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, menggunakan sepeda motor yang telah dimodifikasi. Mereka menyebutnya Engkreg, di wilayah Pajampangan lainnya lazim disebut Grandong.

Tak ada warga yang memiliki mobil di daerah itu. Kalaupun ada, biasa mobil yang masuk ke sana itu, adalah dari luar daerah yang mengangkut barang. “Di depan dibuat dudukan palang untuk muatan barang,” ujar Jajang (40) warga RT 02/06, pemilik tiga Engkreg kepada sukabumiupdate.com, Rabu (12/4).

Kebanyakan, Engkreg ini terdiri dari sepeda motor jenis bebek yang dimodifikasi berbentuk sepeda motor off road. Paling utama yang terkena perubahan adalah rangka, rantai, gear, velg, ban, stang, dan tangki bahan bakar, dan jok.

BACA JUGA:

Hanya Pustu Tempat Berobat Warga Cirengrang Kabupaten Sukabumi

23 Tahun Tanpa Pembangunan, Derita Warga Cirengrang Kabupaten Sukabumi

Satu Guru TKS, Sembilan Pelajar, Tidak Tahu BOS, SDN Cirengrang Kabupaten Sukabumi Butuh Perhatian

“Stang terpaksa ditinggikan agar tidak menganggu saat mengangkat hasil bumi yang banyak,” sebut Jajang.

Ia menyebutkan, untuk memodif sepeda motor ini menjadi Engkreng, mengeluarkan modal sedikitnya tiga hingga empat juta rupiah. “Di Kampung ini ada tujuh orang yang memiliki Engkreg,” tambahnya.

Bagi warga yang tidak memiliki Engkreg, kata dia, bisa menyewa dengan tarif sekali jalan sebesar Rp50 ribu. Khusus mengangkut hasil bumi yang banyak, biayanya Rp150 ribu sekali jalan.

Sehari, rata-rata para pemilik Engkreng bisa melintasi perkampungan itu sebanyak tiga kali. “Biasanya warga yang hendak ke pasar Cidolog, pengguna setia Engkreg ini,” jelasnya.

Sepeda motor itu terpaksa diomodifikasi, sebut Jajang, agar bisa melintasi medan yang berat dan terjal. “Semua ban harus bergerigi,” pungkasnya.

Reporter: RAGIL GILANG/Kontributor
Redaktur: RONY M SAMOSIR
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar