Senin, 20 November 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Terpeleset di Jembatan, Bocah Sindangpalay Kabupaten Sukabumi Terseret Arus Sungai Cibeubeur
Pelaku Pembuangan Bayi Laki-laki Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Ternyata Siswi SMK
Mengamuk dan Merusak, Satu Diamankan Tiga Orang Lainnya Dalam Pencarian Polresta Sukabumi
Di Dua Lokasi Berbeda, Dua Pelajar SMK di Cibadak Kabupaten Sukabumi Jadi Korban Pembacokan
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa
Tarkimsih Kabupaten Sukabumi Langgar Hak Pejalan Kaki
Ribuan Buruh di Parungkuda Dibubarkan, Ternyata Ini Alasannya
Diduga Dibuang Ibu Kandung, RS Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi Rawat Bayi Mungil
Perkosa Cucu Dua Kali Usai Nonton Film Biru, Kakek dari Ciambarjaya Kabupaten Sukabumi


Ini Kerusakan Fasilitas Olahraga di Lapang Merdeka Kota Sukabumi Usai Sirkus Lumba-lumba

Kamis, 12 Januari 2017 - 14:26:15 WIB


Ini Kerusakan Fasilitas Olahraga di Lapang Merdeka Kota Sukabumi Usai Sirkus Lumba-lumba
© Amoy Peiyuvianti
Kerusakan fasilitas olahraga di Lapang Merdeka usai digunakan untuk pentas lumba-lumba.

SUKABUMIUPDATE.com - Sampah bekas wahana sirkus lumba-lumba, Kamis (12/1), memang sudah dibersihkan oleh petugas terkait dibantu oleh sejumlah relawan kepemudaan yang ada di Lapang Merdeka, Kota Sukabumi. Namun setelah puing kayu dan lainnya bersih, kerusakan fasilitas olahraga, khususnya lapangan voli dan takraw yang sempat digunakan untuk pentas lumba-lumba terlihat jelas.

Dari penelusuruan sukabumiupdate.com, tiang net lapangan voli tinggal satu. Lantai lapang takraw dan voli retak bahkan ada yang pecah. Belum lagi ada gundukan tanah dan pasir bekas, serta lubang yang tergenang air sehingga dipastikan menganggu aktifitas warga saat berolahraga.

BACA JUGA:

Sirkus Lumba-lumba di Lapang Merdeka Usai, Sisakan Sampah

Menanggapi hal ini, Kepala Bida Olahraga, Dinas Pemuda Olahraga dan Budaya, Yonan Sufyarman berharap fasilitas olahraga publik tersebut bisa kembali seperti awal, karena sangat dibutuhkan oleh warga.

“Secara substansi sebenarnya bukan kewenangan kami, kami hanya pengguna fasilitas olahraga tersebut untuk kepentingan masyarakat,” jelas Yonan.

Yonan menambahkan, perbaikan harus segera dilakukan karena masyarakat membutuhkan fasilitas tersebut, yang notabene rutin digunakan oleh cabang olahraga untuk latihan. “Kalau bicara tanggung jawab bukan kita, tapi nanti kita akan koordinasi dengan lembaga lainnya, kita lihat perjanjiannya,” lanjut Yonan.

Yonan berharap, penggunaan fasilitas publik khususnya olahraga untuk kepentingan hiburan dan swasta harus dikurangi bahkan tidak lagi diadakan pada tahun-tahun selanjutnya. “Dari awal saya ikuti tarik menarik isu pentas lumba-lumba, intinya kita juga akan berkoordinasi agar tak ada yang dirugikan,” pungkasnya.

Reporter: AMOY PEIYUVIANTI/Kontributor
Redaktur: FIT NW
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK:Sukabumi

Berikan Komentar