Selasa, 27 Juni 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

22 Tahun AQUA Ambil Air di Sukabumi Tanpa Izin
Tewas di Kolam Renang Cimalati, Pelajar SMA N 1 Parungkuda Kabupaten Sukabumi
Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Bertambah, Korban Jambret Payudara di Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi Rekomendasikan Penutupan Sementara Pabrik Aqua
Siapa Preman di Balik Kasus Pungli Naker di Pabrik GSI Kabupaten Sukabumi?
Kronologis Rusuh BBRP dan PP di Pamuruyan Kabupaten Sukabumi
Marak Aksi Jambret Payudara, Ini Kesaksian Dua Wanita Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
BBRP dan PP Perang di Pamuruyan Cibadak Kabupaten Sukabumi
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa


Ini Alasan Kedua Tersangka Edarkan Upal di Parungkuda

Rabu, 24 Agustus 2016 - 19:40:22 WIB


Ini Alasan Kedua Tersangka Edarkan Upal di Parungkuda
© FALAH KR/Kontributor
Barang bukti uang palsu yang diedarkan A dan H.

SUKABUMIUPDATE.COM - Hasil penyelidikan sementara jajaran Polsek Parungkuda, Kabupaten Sukabumi terhadap dua tersangka pengedar uang palsu (upal) pencahan Rp10 yakni A (21) dan H (19) sekira pukul 13.00 WIB, di Kampung Cibugis, RT 03/04, Desa Palasarihilir, Kecamatan Parungkuda ternyata motifnya adalah ekonomi.

"Dari pengakuan kedua tersangka, mereka hanya disuruh mengedarkan upal dengan modus dibelikan rokok. Mereka mendapatkan upal tersebut dari seseorang yang identitasnya sudah kami kantongi," kata Kapolsek Parungkuda Kompol Dede Suharja kepada sukabumiupdate,com, Rabu (24/8).

Menurutnya, pihaknya sudah membentuk tim untuk mengejar pembuat upal yang juga berkoordinasi dengan jajaran Polsek Cibadak. Kedua pemuda ini merupakan pengangguran, sehingga mereka mau saja disuruh oleh sindikat pemalsu uang untuk mengedarkan upal. 

Dari tangan tersangka yang merupakan warga Kampung/Desa Pondokkaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda petugas menyita upal pecahan Rp10 ribu sebanyak 37 lembar, 18 bungkus rokok berbagai merek, satu unit sepeda motor Honda Beat bernopol F 2296 QZ, serta Rp74 ribu uang asli pecahan Rp2 ribu, dan uang logam pecahan Rp500 sebanyak Rp7 ribu.

Sementara, salah seorang tersangka A mengaku dirinya terpaksa mengedarkan upal tersebut karena terdesak kebutuhan ekonomi dan diberikan iming-iming bagi hasil jika berhasil mengedarkan upal tersebut.

"Saya sudah lama nganggur dan tidak mempunyai uang untuk jajan, sehingga mau saja disuruh mengedarkan upal dengan cara membeli rokok dari warung ke warung. Baru pertama kali saya mengedarkan upal ini," kata A. 

Terbongkarnya kasus peredaran upal di Kecamatan Parungkuda tersebut berawal dua pengangguran ini memborong rokok di warung milik Usup (43). Karena curiga dengan uang yang diberikan kedua tersangka, pemilik warung kelontong tersebut melapor kepada pihak kepolisian. 

Baca juga: http://sukabumiupdate.com/berita-polsek-parungkuda-tangkap-pengedar-upal-pecahan-rp10-ribu.html

Reporter: FALAH KR/Kontributor
Redaktur: AA ROHMAN
Penyunting: KHOLFI AULADI
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK:

Berikan Komentar