Jumat, 23 Juni 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

22 Tahun AQUA Ambil Air di Sukabumi Tanpa Izin
Tewas di Kolam Renang Cimalati, Pelajar SMA N 1 Parungkuda Kabupaten Sukabumi
Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Bertambah, Korban Jambret Payudara di Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi Rekomendasikan Penutupan Sementara Pabrik Aqua
Siapa Preman di Balik Kasus Pungli Naker di Pabrik GSI Kabupaten Sukabumi?
Kronologis Rusuh BBRP dan PP di Pamuruyan Kabupaten Sukabumi
Marak Aksi Jambret Payudara, Ini Kesaksian Dua Wanita Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
BBRP dan PP Perang di Pamuruyan Cibadak Kabupaten Sukabumi
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa


Info Lalin Cibadak Padat Merayap

Sabtu, 25 Maret 2017 - 09:41:00 WIB


Info Lalin Cibadak Padat Merayap
© Suhendi Soek
Arus jalan Cibadak yang macet menuju Bogor.

SUKABUMIUPDATE.com - Arus lalu lintas di Jalan Raya Nasional Cibadak, tepatnya semenjak pukul 06.00 hingga 09.00 WIB, pada Sabtu (25/3), padat merayap.

Kendaraan yang melintas di wilayah itu didominasi kendaraan roda empat dari dua arah, yakni arah Sukabumi menuju Bogor dan sebaliknya.

Kecepatan kendaraan rata-rata 10 kilometer per jam, hal ini diakibatkan ruas jalan yang rusak memaksa kendaraan berjalan perlahan.

Selain itu, kurang disiplinnya angkutan umum, saat menurunkan penumpang memicu penumpukan kendaraan. Seorang pengguna jalan yang megaku bernama Zezen Abdilah (53) warga Cisaat yang hendak menuju Bogor mengaku, untuk menempuh jarak ke Cibadak dari Cisaat mencapai kurang lebih enam puluh menit.

"Kondisi fisik jalan teu aya pilihannya,micuen kakiri aya lobang di kakanankeun jalana tatarinjulan, jadi serba salah kapaksa mawa kendaraan lalaunan we digeleng jalan nurusak teh," ungkap Zezen.

Ia menyarankan agar pemerintah pusat segera memperbaiki jalan rusak ini. "Sakudunamah nu disebut jalan nasional teh sakuduna alus ari iyeu rusak," ketus dia.

Sementara Ismail (47) warga Cibadak menuturkan, jalan rusak ini telah menelan korban jiwa hingga meninggal dunia dan mengakibatkan petani terpuruk. "Bukan hanya kemacetan. Tetapi jalan macet ini menambah pengeluaran bagi pemilik modal trasportasi yang begerak di sektor ekonomi, seperti angkutan sayur-mayur.

Reporter: SUHENDI SOEK/Kontributor
Redaktur: RONY M SAMOSIR
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK:Sukabumi

Berikan Komentar