Sabtu, 19 Agustus 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sainstek

Robot Seks Harmony Harganya Setara Mobil LCGC di Indonesia
Hujan Es di Bandung, Ini Perbedaannya dengan Salju
Remaja 19 Tahun Ini Raup Ratusan Juta Sebagai Gamer Profesional
Kembangkan Pesawat Jet, Honda Habiskan 1 Miliar Dolar AS
Mahasiswa Unibraw Kembangkan Alat Pendeteksi Kualitas Udara
Headphone Beat Meledak di Wajah, Apple Tolak Beri Kompensasi
Mahasiswa Surabaya Bikin Alat Pengisi Biogas ke Tabung Melon
Dua Alasan Nokia 3310 Klasik Tidak Berfungsi di AS
Hadapi Ransomware WannaCry, Jangan Hanya Andalkan Antivirus
Samsung Galaxy S8 Dikabarkan Dilengkapi Fitur Pengenal Wajah


Indonesia Butuh Situs “Fact Checking” untuk Lawan Hoax

Rabu, 11 Januari 2017 - 16:42:46 WIB


Indonesia Butuh Situs “Fact Checking” untuk Lawan Hoax
© Antara
Ilustrasi anti hoax.

SUKABUMIUPDATE.com - Indonesia butuh situs pengecek fakta, fact checking, untuk meredam berita bohong alias hoax yang marak beredar, kata pengamat media sosial Ismail Fahmi.

"Kita butuh fact checking ini, di Indonesia belum ada situs seperti itu," kata Ismail melalui telepon kepada ANTARA News, Rabu (11/1).

Situs pengecek fakta, misalnya Politifact di Amerika Serikat, memberikan penjelasan atas suatu fakta maupun opini dan dapat menjadi rujukan apakah berita tersebut benar atau salah.

Tim pengecek fakta situs tersebut berisi orang-orang yang berkecimpung di dunia jurnalistik dan mengecek ulang ke sumber terkait serta memberikan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui situs tersebut, masyarakat dapat mengetahui apakah informasi tersebut hoax atau tidak berdasarkan penjelasan dan data yang diberikan.

Saat ini, menurut pendiri lembaga pemantau media Awesometric, baru ada satu situs yang dapat dikembangkan menjadi pengecek fakta, yaitu TurnBack Hoax yang dibuat oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia.

Situs tersebut memberikan klarifikasi atas suatu informasi yang beredar berdasarkan pemberitaan di media massa atau pembahasan di forum terbuka mereka.

"Harapan saya, situs itu jadi klarifikasi dengan penjelasan sangat mudah sehingga orang bisa share dan jadi referensi," kata dia.

Selain itu, bila hoax yang beredar berkaitan dengan negara, pemerintah diharapkan memberikan informasi terpercaya, misalnya berupa data yang dapat menjadi rujukan bagi kementerian dan lembaga lainnya, sehingga masyarakat mengetahui informasi yang benar.

Sumber: ANTARA
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: SAINSTEK

Berikan Komentar