Sabtu, 22 Juli 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

22 Tahun AQUA Ambil Air di Sukabumi Tanpa Izin
Tewas di Kolam Renang Cimalati, Pelajar SMA N 1 Parungkuda Kabupaten Sukabumi
Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Bertambah, Korban Jambret Payudara di Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi Rekomendasikan Penutupan Sementara Pabrik Aqua
Siapa Preman di Balik Kasus Pungli Naker di Pabrik GSI Kabupaten Sukabumi?
Kronologis Rusuh BBRP dan PP di Pamuruyan Kabupaten Sukabumi
Lagi, Pantai Citepus Kabupaten Sukabumi Telan Korban Jiwa
Marak Aksi Jambret Payudara, Ini Kesaksian Dua Wanita Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
BBRP dan PP Perang di Pamuruyan Cibadak Kabupaten Sukabumi


In Memoriam: Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi KH. R. Abdul Basith bin KH. Hidayatullah

Kamis, 16 Maret 2017 - 16:48:35 WIB


In Memoriam: Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi KH. R. Abdul Basith bin KH. Hidayatullah
© Rawin Soedaryanto
Ajengan Basith semasa hidup.

SUKABUMIUPDATE.com - KH. R. Abdul Basith bin KH. Hidayatullah, wafat Rabu (15/3) siang waktu Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) dalam perjalanan umrah ke tanah suci Mekkah. Kepergian almarhum tidak saja meninggalkan duka mendalam bagi istri, tiga anak, dan dua cucu, tetapi juga warga dan kaum nahdliyin Sukabumi.

Berbagai posisi di organisasi pernah diemban ulama kelahiran Sukabumi, 2 Mei 1963 itu. Dari Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukabumi. Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) AL Amin, Kampung Karangsirna RT 01/01, Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. 

Almarhum juga tercatat sebagai Ketua Forum Komunikasi Jamiatul Mubalighin (FKJM) Kecamatan Cicurug, Ketua Majelis Silahturahmi Pondok Pesantren Majlis Taklim (MSPM) Kota/Kabupaten Sukabumi, Ketua Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibdah Haji (FK KBIH) Kabupaten Sukabumi sekaligus Pemilik KBIH Al Amin, dan sederet kegiatan sosial keagamaan lainnya.

Ajengan Basith adalah anak kedua dari enam bersodara, dari pasangan KH. Hidayatullah (alm) dengan Hj Bariqotun Nafisa (alm). Kakaknya Hj Nenden Nurjanah (56), sedangkan keempat adinya adalah, KH. Abdussomad (Alm), KH. Amir Faisal (52), Hj. Neneng Faridah (48), dan Hj. Iis Nadra (45).

Sekitar 1986 ia memimpin Ponpes Al Amin setelah sang ayah wafat pada 2004. Di ponpes tersebut, almarhum memimpin 600 santri dan santriawati.

BACA JUGA:

Ini Pesan Terakhir Buya Basith kepada Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi

Pesan Terakhir Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi Alm. Buya Basith kepada Muridnya

Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi, Buya Basith Wafat Usai Ziarah ke Yordania

H. Fildan Fadillah (34), keponakan, mengatakan, "Pesan secara khusus tidak ada, hanya pada saat setelah menggelar Suji (Subuh Mengaji-red), beliau berpesan, "saya nanti akan umrah, para santri diharapkan tetap menjalanka program Suji, jangan sampai terhenti." Selama ini Interaksi dengan keluarga sangat baik, bahkan dengan warga sekitar juga dipandang sangat baik," kepada sukabumiupdate.com.

Di bidang pendidikan keagamaan, dedikasi almarhum memang dikenal luar biasa. Selain aktif diberbagai organisasi ke-Islam-an, ia juga pendiri ponpes gratis bagi para ustad yang aktif di bidang penggembangan pertanian, yaitu Global Insan Mandiri (GIM). Selain itu, almarhum memiliki cita-cita mendirikan Ponpes Lansia Husnul Khotimah, di kawasan komplek GIM yang saat ini sedang proses pembangunan.

Almarhum KH. R. Abdul Basith, meninggalkan seorang istri, Hj. Neng Elis Munawarohtul Fuaadah Syam (49 tahun). Dari pernikahannya dikaruniai tiga orang anak, yakni Ahmad Danial Fahad (29), Hj. Ikrimah Adawiyah (27), dan H. Zaki Zamzami (25).

Selain itu, ulama yang akrab disapa Buya Basith tersebut, juga meninggalkan dua orang cucu, Moh Farih Golwas (2), dan Mohammad Zidni Ilma (1 hari). Kedua cucu tersebut buah hati H. Ahmad Danial Fahad dan Rizki Hasanah (21).

Reporter: RAWIN SOEDARYANTO
Redaktur: FIT NW
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar