Jumat, 28 Juli 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sainstek

Robot Seks Harmony Harganya Setara Mobil LCGC di Indonesia
Hujan Es di Bandung, Ini Perbedaannya dengan Salju
Remaja 19 Tahun Ini Raup Ratusan Juta Sebagai Gamer Profesional
Headphone Beat Meledak di Wajah, Apple Tolak Beri Kompensasi
Kembangkan Pesawat Jet, Honda Habiskan 1 Miliar Dolar AS
Mahasiswa Unibraw Kembangkan Alat Pendeteksi Kualitas Udara
Dua Alasan Nokia 3310 Klasik Tidak Berfungsi di AS
Samsung Galaxy S8 Dikabarkan Dilengkapi Fitur Pengenal Wajah
Mahasiswa Surabaya Bikin Alat Pengisi Biogas ke Tabung Melon
Hadapi Ransomware WannaCry, Jangan Hanya Andalkan Antivirus


Ilmuwan Temukan 100 Miliar Objek Katai di Galaksi Bima Sakti

Sabtu, 15 Juli 2017 - 15:30:02 WIB


Ilmuwan Temukan 100 Miliar Objek Katai di Galaksi Bima Sakti
© naharnet.com
Ilustrasi artis tentang planet katai cokelat di Bima Sakti.

SUKABUMIUPDATE.com - Siapa yang tidak mengenal Galaksi Bima Sakti, tempat tata surya kita berada? Tim ilmuwan yang dipimpin Koraljka Muzic dari Universitas Lisbon, Portugal, dan Aleks Scholz dari University of St. Andrews, Inggris, mengungkap bahwa Galaksi Bima Sakti ternyata memiliki lebih dari 100 miliar objek katai berwarna cokelat seukuran planet.

Studi yang diungkap dalam pertemuan tahunan National Astronomy Meeting pada 5 Juli lalu ini, mengungkap objek tersebut memiliki massa yang sangat kecil. Bahkan, menurut tim seperti dikutip dari laman Science Daily, sangat kecil untuk menahan fusi hidrogen di intinya.

"Objek-objek tersebut mulanya terbang dekat dengan bintang. Kemungkinan besar sisa-sisa dari proses pembentukan berbagai bintang dan planet," kata tim.

Berbagai objek tersebut pertama kali ditemukan pada 1995. Kemudian penelusuran dilakukan pada 2006, dengan mengobservasi area pembentukan lima bintang di Galaksi Bima Sakti. Survei ini masuk ke dalam program The Substellar Objects in Nearby Young Clusters (SONYC), yang meliputi kluster bintang NGC 1333 dan RCW 38.

Objek katai, tulis tim, sangat padam dan sulit untuk dibedakan dengan bintang-bintang yang lebih terang. Untuk itu, tim menggunakan Very Large Telescope milik European Southern Observatory dengan kamera optik adaptif. Tim memperhatikan tiap kluster bintang selama tiga jam dan menggabungkan hasil temuannya.

Hasilnya, ada banyak objek katai yang ditemukan di semua kluster. Tak hanya memperhatikan, tim juga menghitung lingkungan objek, bintangnya, tingkat kepadatan, dan relevansi massa objek dengan lingkungan sekitar. 

Estimasi tim, ada 25 hingga 100 miliar objek katai di sekujur Galaksi Bima Sakti. Sayangnya, tim belum bisa menghitung angka pasti karena tingkat kecerahan objek katai tersebut. 

Sumber: Tempo 

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: SAINSTEK

Berikan Komentar