Senin, 21 Agustus 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sainstek

Robot Seks Harmony Harganya Setara Mobil LCGC di Indonesia
Hujan Es di Bandung, Ini Perbedaannya dengan Salju
Remaja 19 Tahun Ini Raup Ratusan Juta Sebagai Gamer Profesional
Kembangkan Pesawat Jet, Honda Habiskan 1 Miliar Dolar AS
Mahasiswa Unibraw Kembangkan Alat Pendeteksi Kualitas Udara
Headphone Beat Meledak di Wajah, Apple Tolak Beri Kompensasi
Mahasiswa Surabaya Bikin Alat Pengisi Biogas ke Tabung Melon
Dua Alasan Nokia 3310 Klasik Tidak Berfungsi di AS
Hadapi Ransomware WannaCry, Jangan Hanya Andalkan Antivirus
Samsung Galaxy S8 Dikabarkan Dilengkapi Fitur Pengenal Wajah


Hujan Es di Bandung, Ini Perbedaannya dengan Salju

Kamis, 20 April 2017 - 07:30:28 WIB


Hujan Es di Bandung, Ini Perbedaannya dengan Salju
© @mehonk_kasep
Hujan es di Cibiru, Bandung 10 Maret 2015.

SUKABUMIUPDATE.com - Butiran hujan es menggunduk pasca hujan badai ekstrem di Kota Bandung, Rabu siang, 19 April 2017. Dari rekaman video dan gambar foto yang beredar di media sosial, butiran es ada yang memenuhi sepotong ruas jalan hingga tampak memutih. Sekilas hamparan batu es itu terkesan seperti salju.

Peneliti klimatologi pada Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Bandung, Erma Yulihastin mengatakan, hujan es berbeda dengan hujan salju. Hujan es atau disebut hail, dapat dan mungkin terjadi di wilayah tropis, seperti di Bandung.

"Karena di dalam awan dingin ada area yang mendekati puncak awan dengan suhu antara 0 sampai -40 derajat Celcius sehingga mengandung banyak partikel yang disebut inti es," katanya, Rabu, 19 April 2017.

Inti es tersebut melalui proses yang disebut pendinginan heterogen dapat berinteraksi dengan butiran air dari awan sehingga berubah menjadi hujan es.

Adapun salju, kata Erma, merupakan kristal es yang dapat terbentuk secara langsung dari fase uap yang sangat dingin. "Juga membutuhkan syarat, udara di dekat permukaan harus memiliki temperatur -3 sampai -8 derajat Celcius," kata dia.

Hujan deras disertai petir, es, dan angin kencang, menandai fenomena hujan badai ekstrem di Kota Bandung, Rabu siang, 19 April 2017. Erma mengatakan, peristiwa itu dalam ilmu meteorologi disebut juga sebagai badai dalam sel yang tertutup.

Fenomena hujan es sebelumnya juga melanda Jakarta. Pada Selasa 28 Maret 2017 lalu, beberapa wilayah Jakarta dilanda hujan es. Butiran-butiran es seperti dicurahkan dari langit saat itu.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: NASIONAL

Berikan Komentar