Senin, 20 November 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sainstek

Kiamat 23 September Diklaim Numerologis Berdasarkan Alkitab
Robot Seks Harmony Harganya Setara Mobil LCGC di Indonesia
Hujan Es di Bandung, Ini Perbedaannya dengan Salju
Misteri Perjalanan Manusia Purba dari Afrika ke Eropa Terungkap
Kutu Laut Ternyata Makhluk Pemakan Bangkai
Mahasiswa Unibraw Kembangkan Alat Pendeteksi Kualitas Udara
Kembangkan Pesawat Jet, Honda Habiskan 1 Miliar Dolar AS
Remaja 19 Tahun Ini Raup Ratusan Juta Sebagai Gamer Profesional
Mahasiswa Surabaya Bikin Alat Pengisi Biogas ke Tabung Melon
Instagram Tambahkan Sejumlah Pembaharuan dan Fitur Baru


Hawking: Manusia Harus Atur Kecedasan Buatan, Kalau Tidak...

Minggu, 12 November 2017 - 12:29:25 WIB


Hawking: Manusia Harus Atur Kecedasan Buatan, Kalau Tidak...
© Clearbridge Mobile
Ilustrasi kecerdasan buatan.

SUKABUMIUPDATE.com - Pakar fisika teoretis terkenal, Stephen Hawking, memperingatkan bahwa kecerdasan buatan berpotensi menghancurkan masyarakat. Menurut dia, artificial intelligence (AI) bisa menjadi hal yang paling buruk yang terjadi pada kemanusiaan.

"Manusia harus punya cara mengendalikan komputer-komputer tersebut sebelum terlambat," kata Hawking, dalam konferensi teknologi di Lisbon, Portugal, seperti dikutip dari laman News Week, Sabtu, 11 November 2017.

Hawking mengatakan, secara teori, komputer bisa meniru kecerdasan manusia dan bahkan melebihinya. Kesuksesan menciptakan kecerdasan AI, menurut dia, merupakan sebuah peristiwa besar dalam sejarah peradaban manusia. "Atau, bisa jadi yang terburuk. Kita belum tahu," ujarnya.

Menurut Hawking, ketika AI memiliki potensi untuk mengubah masyarakat seperti mengurangi kemiskinan dan menyembuhkan penyakit, AI juga datang membawa resiko yang sangat besar. Dia juga menyatakan bahwa masyarakat perlu bersiap menghadapi kemungkinan tersebut. "Senjata otonom atau cara lain bagi beberapa pihak untuk menekan banyak orang. Ini dapat membawa sebuah kekacauan besar dalam sektor ekonomi kita," kata Profoseor Lucasian dalam bidang matematika itu.

Ini bukanlah kali pertama Hawking memperingatkan bahaya AI. Beberapa waktu lalu dalam wawancara bersama Wired, profesor Universitas Cambridge ini menyatakan AI suatu saat bisa saja mencapai level di mana kinerjanya melebihi manusia dan menjadi bentuk baru kehidupan.

Tidak hanya permasalahan AI, Mei lalu, Hawking menyatakan bahwa manusia memiliki waktu seratus tahun untuk pergi meninggalkan bumi agar dapat selamat dan bertahan sebagai sebuah spesies dari kehancuran bumi. Dia juga menyatakan bahwa ancaman bagi bumi terlalu besar, sehingga ia tidak lagi bisa berpikir positif tentang masa depan.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: SAINSTEK

Berikan Komentar