Sabtu, 24 Juni 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Desaku

Terinspirasi The Raid, Pemuda Surade Produksi Film
Sistem ZIS Desa Nanggerang Kabupaten Sukabumi Jadi Percontohan Lazisnu Indonesia
Jembatan Unik di Jampang Tengah, Bisa Dibongkar Pasang Dalam Satu Hari
Pemuda Cipanggulaan Kecamatan Parungkuda Sulap Masalah Jadi Berkah
Sejak Indonesia Merdeka, Jalan Cibangkong Belum Pernah Diaspal
Keren, Desa Sukaraja Kabupaten Sukabumi Dibuatkan Film Dokumenter oleh Kemensos
250 Warga Miskin Nagrak Utara Kabupaten Sukabumi Dapat KK Gratis
47 Desa di Kabupaten Sukabumi Jadi Percontohan
Soal ZIS, Pemkot Bandung Berguru ke Nangerang Kecamatan Cicurug
Jalan Cigenduk Jampang Tengah Jadi Kubangan Kerbau


Harmoni Beduk dan Kentongan Tanpa Syair dari Remaja Pacantilan Kabupaten Sukabumi

Selasa, 30 Mei 2017 - 03:53:27 WIB


Harmoni Beduk dan Kentongan Tanpa Syair dari Remaja Pacantilan Kabupaten Sukabumi
© Rawin Soedaryanto
Jembatan Darul Amsor.

SUKABUMIUPDATE.com - Anda yang berusia di atas 40, tentu tidak asing dengan kegiatan membangunkan sahur dengan cara beramai-ramai memukul beduk dan kentongan sembari keliling kampung.

Hal ini lazim dilakukan anak anak remaja masjid pada setiap Bulan Suci Ramadhan. Paduan harmoni suara "duk duk duk" beduk bertalu, diiringi suara "tong tong tong" dari kentongan, menghasilkan suara tak beraturan namun terdengar harmonis, spartan, dan dinamis. Tiada syair dilantunkan, selain pekik, "Sahuurr... Sahuurr!"

BACA JUGA: Kirab Sambut Bulan Ramadhan, Warga Penuhi Jalanan Kota Sukabumi

Itu pula yang dilakukan belasan remaja di Kampung Pacantilan RT 01/08, Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, lakukan tradisi usung beduk atau ngadulag sambil berkeliling kampung untuk membangunkan warga agar segera mempersiapkan santap sahur, Selasa (30/5).

Dituturkan Ustadz Andi Azis, sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 WIB, usai tadarusan di Masjid Jami Al Inayah, belasan remaja masjid biasa ngadulag keliling kampung.

"Hal ini sudah dilakukan sejak puluhan tahun lalu untuk membangunkan warga, khususnya ibu-ibu agar mempersiapkan makan sahur," ujar Andi kepada sukabumiupdate.com.

BACA JUGA: Warga Cicantayan Kabupaten Sukabumi Pawai Obor Sambut Ramadhan

Ditambahknnya, kegiatan yang melibatkan belasan remaja masjid tersebut, spontan dilakukan, tanpa dikoodinir. "Mereka bergerak dari masjid, ada yang manggul beduk, yang nabuh, ngiringin dengan bunyi-bunyian untuk membuat suara beduk lebih berirama."

Tak sekadar beduk dan kentongan, menurut Andi, melainkan juga dengan membawa serta pengeras suara, sambil meneriakkan kata, "Sahur... Sahur... Sahur...".

Reporter: RAWIN SOEDARYANTO
Redaktur: RONY M SAMOSIR
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar