Rabu, 28 Juni 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Ekonomi

Disedot Online, Penumpang Angkutan Umum di Kota Sukabumi Berkurang Hingga 80 Persen
APBD Kabupaten Sukabumi Rp3,161 T, Ini Komposisinya
Ini Cara Ribuan Karyawan PT Muara Tunggal Kabupaten Sukabumi Tolak Rentenir
Seluruh Tol Bocimi Ditargetkan Selesai 2019
Mengintip Masa Depan Jampang dari Secangkir Kopi
Di Sukabumi, si Pleci Bisa Seharga Motor Sport
Anda Perlu Ayam Kampung? Datanglah ke Cicantayan Kabupaten Sukabumi
Kisah Pelipur Lara di Gang Lipur Kota Sukabumi
Kenikmatan Sebuah Meja Cooking Class di Kota Sukabumi
Dari Nyalindung Menuju Pasar Teh Dunia


Harga Cabai-cabaian di Kota Sukabumi Berangsur Turun

Jumat, 13 Januari 2017 - 05:02:05 WIB


Harga Cabai-cabaian di Kota Sukabumi Berangsur Turun
© Sebastian
Komoditas cabai di salah satu pasar tradisional di Kota Sukabumi

SUKABUMIUPDATE.com - Harga berbagai komoditas cabai-cabaian di Kota Sukabumi saat ini terpantau turun. Disinyalir, berangsur turunnya harga cabai-cabaian itu lantaran pasokan mulai kembali normal.

Berdasarkan perkembangan harga hari ini, harga cabai rawit merah yang semula Rp95 ribu turun menjadi Rp90 ribu per kilogram, cabai rawit hijau semula Rp64 ribu turun menjadi Rp56 ribu/kg, cabai merah TW semula Rp34 ribu turun menjadi Rp30 ribu/kg, dan cabai merah lokal semula Rp38 ribu menjadi Rp32 ribu/kg.

"Harga cabai sekarang mulai berangsur turun. Ini bisa karena pasokan sudah mulai stabil," tambah Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (KUKM) Perindustrian dan Perdagangan Kota Sukabumi Ayep Supriatna kepada sukabumiupdate.com, Kamis (12/1).

Mulai turunnya sejumlah komoditas cabai-cabai tak diikuti komoditas bawang merah. Saat ini harga bawang merah di kisaran Rp28 ribu dari sebelumnya Rp28 ribu/kg. "Kalau bawang putih masih stabil di kisaran Rp34 ribu per kilogram," sebutnya.

Naik-turunnya harga sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat saat ini, kata Ayep, bukan karena harga bahan bakar minyak (BBM). Ayep keukeuh menyebut penyebabnya karena faktor cuaca.

"Naiknya harga BBM juga kan relatif kecil. Hanya Rp300 per liter. Kurang begitu berpengaruh. Ini lebih karena faktor cuaca saja," tambah Ayep.

Pun menjelang Imlek, ia memprediksi, permintaan berbagai komoditas kebutuhan masyarakat tidak bakal terlalu melonjak. Keyakinan itu didasari saat perayaan Natal tahun lalu. "Pada Natal saja tidak ada permintaan yang menonjol. Beras, gula, terigu, minyak goreng, maupun elpiji, permintaannya normal," tegasnya.

Hanya saja yang mesti diantisipasi persediaan elpiji 3 kilogram. Fenomena setiap liburan hari besar keagamaan, lanjut Ayep, biasanya permintaan gas bersubsidi itu selalu melonjak.

Reporter: SEBASTIAN/Kontributor
Redaktur: FIT NW
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar