Senin, 25 September 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Internasional

Marwan Persentasikan Geopark Ciletuh Palabuhanratu Dihadapan 50 Delegasi Negara Peserta GGN
Mungkinkah Nabi Adam Itu Siwa? Ataukah Buddha?
Rusia Blokir Dua Situs Porno Ternama
Kereta Tergelincir, Dua Orang Tewas dan Puluhan Terluka
ISIS Kehilangan Tokoh Propaganda
Nahas, Kereta Tergelincir dan Tabrak Rumah
Nonton Orang Bunuh Diri, Dua Warga Justru Tewas, Kok Bisa?
Sadis, Ayah Siarkan Aksi Bunuh Bayi Kandung dan Bunuh Diri Lewat Facebook
Truk dan Bus Bertabrakan Tewaskan 12 Orang
Tragis, Nenek Ini Tinggal di Kandang Babi Bertahun-tahun


Halimah Yacob, Penjual Nasi Padang Kini Jadi Presiden Singapura

Rabu, 13 September 2017 - 10:00:26 WIB


Halimah Yacob, Penjual Nasi Padang Kini Jadi Presiden Singapura
© REUTERS
Halimah Yacob.

SUKABUMIUPDATE.com - Halimah Yacob akan dilantik sebagai presiden Singapura pada hari Rabu, setelah Komite Pemilu Presiden meloloskan namanya sebagai satu-satunya yang memenuhi kualifikasi dari 5 kandidat. 

Halimah satu-satunya kandidat yang menerima Sertifikat Kesesuaian dan Sertifikat Masyarakat. Hasil amandemen November  tahun lalu memutuskan tahun ini giliran etnis Melayu menjabat sebagai presiden.

Halimah pun menjadi presiden ke 8 Singapura dan wanita pertama yang memegang posisi sebagai Kepala Negara.

Dia akan mencatat sejarah sebagai orang Melayu kedua yang terpilih sebagai presiden setelah Joseph Ishak (1965 - 1970), presiden pertama republik ini. Halimah Yacob 63 tahun, mantan Ketua Parlemen , lahir pada 23 Agustus 1954 di rumah keluarganya di Queen Street, anak bungsu dari lima bersaudara

Masa remajanya dihabiskan sebagai anak yatim dengan ibu yang bekerja sebagai penjual nasi padang keliling. Dia membantu  ibunya setelah memiliki warung makan. Ia mencuci, membersihkan meja dan melayani pelanggan.

Akhir 1960-an, dia menimbah ilmu di Singapore Chinese Girls School, dan merupakan salah satu dari sedikit murid Melayu di sekolah itu. Pada 1970 Dia kemudian pergi ke Tanjong Katong Girls School dan University of Singapore. Di universitas ini dia lulus dengan gelar sarjana hukum.

Pada tahun 1978, Halimah bergabung dengan National Trades Union Congress (NTUC) sebagai staf bidang hukum. Dia menghabiskan lebih dari 30 tahun di sana dan akhirnya ditunjuk sebagai wakil sekretaris jenderal.

Pada 1980, dia menikahi kekasihnya semenjak kuliah, Mohamed Abdullah Alhabshee, seorang pengusaha. Mereka memiliki lima anak yang kini berusia antara 26 sampai 35 tahun.

Pada 2001, dia masuk politik atas desakan Perdana Menteri Goh Chok Tong dan memenangkan 4 pemilu parlemen sejak itu.

Halimah Yacob yang berkecimpung dalam dunia politik pada usia yang tidak muda, kemudian menjadi anggota parlemen wanita Melayu pertama sejak kemerdekaan. Pada 2013, Halimah ditunjuk sebagai ketua parlemen wanita pertama di Singapura.

Selain Halimah, dua nominasi lainnya adalah Chief Executive Officer Second Chance Properties Mohamed Salleh Marican, dan ketua Bourbon Offshore Asia Farid Khan Kaim Khan.

Amandemen  pemilihan presiden terpilih yang disahkan oleh parlemen pada November tahun lalu memberi peluang bagi etnis tertentu yang tidak memiliki perwakilan  selama lima periode berturut-turut untuk menjadi presiden.  Peluang itu diisi oleh Halimah dengan memenangkan pemilihan presiden Singapura. 

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar